sejarah perkembangan dan pendidikan kebidanan di dalam dan luar negri

SEJARAH PERKEMBANGAN PELAYANAN DAN PENDIDIKAN KEBIDANAN DI DALAM DAN DI LUAR NEGERI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Arti kebidanan secara umum ilmu yang mempelajari kelahiran manusia mulai dari kandungan sampai melahirkan. Sedangkan menurut Melwifery ialah ilmu yang terbentuk dari sintesa berbagai disiplin ilmu (multi displin) yang terkait dengan pelayanan kebidanan.
Pelayanan kebidanan menjadi tanggung jawab praktek profesi bidan yang bertujuan meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Praktek kebidanan : memberikan pelayanan atau asuhan kebidanan kepada klien.
B. Tujuan
Tugas ini dibuat sebagai bahan untuk belajar dan agar kita mengetahui sejarah perkembangan pelayanan dan kebidanan di dalam maupun di luar negeri. Selain itu juga untuk memenuhi tugas terstuktur dari dosen mata kuliah.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsep kebidanan
1. Arti Kebidanan
Zaman dahulu kelahiran manusia diartikan sebagai hukum keajaiban alam yang terbesar. Alam menghendakinya an alam pulalah yang menyediakan keperluan-keperluan baginya. Setelah kemajuan lebih maju kebidanan adalah ilmu yang mempelajari kelahiran manusia, mulai dari kandungan sampai melahirkan.
Kebidanan ( Mildwifery )
Merupakan ilmu yang terbentuk dari sintesa berbagai disiplin ilmu (Multi disiplin) yang terkait dengan pelayanan kebidanan yang meliputi : ilmu kedokteran, keperawatan, sosial, perilaku, kesehatan masyarakat, budaya, manajemen (untuk memberi penyuluhan pada ibu dalam masa pra konsepsi, hamil, bersalin, postpartum, bayi baru lahir, yang meliputi pendeteksian keadaan abnormal pada ibu dan anak, melaksanakan konseling dan pendidikan kesehatan terhadap individu, keluarga dan masyarakat).
2. Asal Kata Kebidanan
Berasal dari bahasa latin Obstetric sebab wanita yang akan bersalin selalu harus didampingi dan ditolong oleh wanita lain. Kemudain kata obsto di pakai dalam berbagai bahasa antara lain: Yunani yang disebut Obstetricius, Prancis yaitu Abatare, Belanda yang di sebut Obstetrie, Inggris yang disebut Obstertic, dan lain-lain.
3. Pelayanan Kebidanan ( Midwifery Service )
Seluruh tugas yang menjadi tanggung jawab praktek profesi bidan dalam sistem pelayanan kessehatan yang bertujuan meningkatkan kesehatan ibu dan anak dalam rangka tercapainya keluarga berkualitas, bahagia dan sejahtera.
4. Praktek Kebidanan
Penerapan ilmu kebidanan dalam memberikan pelayanan atau asuhan kebidanan kepada klien dengan pendekatan manajemen kebidanan.
Manajemen Kebidanan
Pendekatan yang digunakan oleh bidan dalam menerapkan metode pemecahan masalah secara sistematis.
5. Asuhan Kebidanan
Penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan atau masalah dalam bidang kesehatan. Misalnya : ibu masa hamil, masa persalinan, nifas, bayi setelah lahir serta keluarga.
6. Falsafah Kebidanan
• Pancasila
• Manusia ( pria dan wanita yang menikah membentuk keluarga dan mempunyai anak ).
• Bidan berkeyakinan bahwa setiap individu berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang aman dan memuaskan.
• Persalinan adalah suatu proses yang alami, namun bila tidak di kelola dengan tepat akan berubah menjadi abnormal.
• Setiap individu berhak untuk di lahirkan secara sehat, maka setiap wanita usia subur, ibu hamil, melahirkan, dan bayinya berhak mendapat pelayanan yang berkualitas.
• Pengalaman melahirkan anak merupakan tugas perkembangan keluarga yang membutuhkan masa persiapan mulai naka menginjak masa remaja.
• Kesehatan reproduksi wanita dipengaruhi oleh perilaku ibu, lingkungan dan pelayanan kesehatan.
7. Konsep Kebidanan
Berisi teori-teori yang mengacu pada suatu pemikiran atau ide tentang kebidanan yang mencakup beberapa hal yang berkenaan dengan bidan dan kebidanan yang akan memberikan suatu kejelasan yang menjelaskan bidan sebagai suatu profesi.
8. Karakteristik Bidan Yang Khusus
1. Sejarah perkembangan pelayanan dan pendidikan bidan.
2. Dasar-dasar koseptual kebidanan.
3. Batang tubuh keilmuan kebidanan.

B. Sejarah Perkembangan Pelayanan Kebidanan
I. Di Indonesia
a. Perkembangan Pelayanan Kebidanan
Dari tahun ke tahun pelayanan kebidanan mengalami perkembangan sebagai berikut :
1807 : Pelayanan Kesehatan Dibantu Oleh Dukun
1849 : Dibuka Pendidikan Dokter Dan Dibentuknya Rumah Sakit Gatot Subroto
1851 : Pendidikan bidan dan dukun
1852 : Pelatihan bidan secara formal
1953 : Dibuka kursus bidan (ktd) untuk meningkatkan pelayanan kebidanan.
1957 : Pemberian pelayanan di puskesmas
1990. : pelayanan kebidanan diberikan secara merata sesuai dengan kebutuhan masyarakat
1992 : keputusan presiden secara langsung disidang kabinet bahwa perlunya penugasan bidan ke desa-desa.
1994. : konferensi di Kairo yang menekankan pada pelayanan kebidanan yaitu :
• Safe mother hood, bayi baru lahir dan abortus
• Family planning
• PMS (Penyakit menular seksual), termasuk infeksi saluran alat produksi
• Kesehatan reproduksi remaja
• Kesehatan reproduksi pada orang tua (ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, dan KB)
b. Perkembangan Pendidikan Pelayanan Kebidanan
• Pendidikan Formal
1851 : Dibuka pendidikan bidan oleh Dr. Van Den Bosch namun tidak berlangsung lama karena kurang peminat dan adanya peraturan pingit bagi wanita pribumi
1902 : Dibuka bagi waita pribumi di RS Militer di Batavia
1903 : Dibuka bagi wanita indo Makasar
1911-1912 : Dibuka pendidikan tenaga keperawatan di RSUD Batavia yang menerima lulusan SD, sekolah selama 4 tahun untuk pria dan dapat melanjutkan pendidikan keperawatan lanjutan selama 2 tahun
1914 : Menerima peserta didik wanita pertama kemudian melanjutkan ke pendidikan bidan selama 2 tahun.
1935-1938 : Dibuka pendidikan bagi lulusan MULO selama 2 tahun, bersamaan dengan itu dibuka pula pendidikan bidan di negara-negara lain.
Lulusan MULO (2 tahun) disebut bidan kelas II
Lulusan MULO (3 tahun) disebut bidang kelas I
1950-1953 : Dibuka pendidikan bagi lulusan SMU dengan batas umur 17 tahun karena banyak partus sehingga perlu asisten bidan
1953 : Dibuka kursus tambahan bidan di Yogyakarta selama 7-12 minggu
1954 : Dibuka pendidikan guru bidan dan perawat dibandung
1957 : KTB Yogyakarta di tutup
1960 : KTB pindah ke Jakarta
1967 : KTB Jakarta ditutup
1970 : Menerima lulusan SPK disekolah bidan ditambah 2 tahun pendidikan bidan yaitu SPLJK (sekolah pendidikan lanjut kebidanan)
1971 : Institusi dilebur menjadi SGP dengan peserta bidan dan perawat
1974 : Dari pemerintah berdasarkan 24 kategori SPLJK dan SPR dijadikan satu menjadi SPK, sekolah bidan yang ada ditutup.
1976. : Dibuka PKE dari lulusan SMP, kemudian dilanjutkan ke kebidanan dasar namun tidak lama kemudian sekolah ini ditutup.
1974-1984 : Indonesia tidak menghasilkan namun IBI tetap ada dan tuimbuh secara wajar
1981 : Dibuka diploma I bidan untuk menigkatkan pelayanan bidan
1985 : P2B program pendidikan bidan 1 (satu) tahun menerima dari SPR dan SPK
1989 : Dibuka crash program pendidikan bidan secara nasional. P2B A keluarnya menjadi PNS golongan II (dua) dan menjadi bian di desa.
1993 : Dibuka P2B B dari akademi keperawatan selama 1 (satu) tahun untuk tenaga pengajar kebidanan. Bersama P2B B dibuka P2B C. Dibuka di 11 (sebelas) propinsi menerima lulusan SLTP. Namun hasilnya merupakan karbitan karena bidan desa kurang, maka hanya ingin mencapai target.
1995-1996 : P2B B di tutup karena tidak tercipta kompetesi seperti yang diharapkan
1996 : Bidan PPT 3 (tiga) tahun diperpanjang 3 (tiga) tahun lagi
• Pendidikan Nonformal
1994-1995 : Diadakan uji coba pendidikan bidan DJJ di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, seperti Universitas terbuka dikoordinasikan Pusdiklat Depkes.
1995-1996 : Dibuka di 15 Provinsi DJJ II.
1996-1997 : Dibuka di 16 Provinsi DJJ II
1997-1998 : Dibuka di 26 Provinsi DJJ II
1998-1999 : Dibuka di 26 Provinsi DJJ II didalam pencatatan peserta DJJ terdiri dari 6306 orang namun lulus hanya 3439 orang karena bidan-bidan itu terlalu menyepelekan pelajarannya.
2000-Sek : Dibuka program D4 Bidan Pendidik untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di Akademi kebidanan.
Kerjasama IBI dan UGM Yogyakarta. Awal April dibuka di Bandung (UNPAD) dan Sumatera Utara (USU).
1994 : Dibuka pelatihan pelayanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal (Life Saving Skill) dan DJJ di koordinasi Direktorat Dinas Kesehatan.
1995 : IBI kerjasama dengan Mother Care, Bidan Rumah Sakit, Puskesmas untuk pelatihan perperium.
1996 : IBI kerjasama dengan AIMF dan Depkes. IBI, Depkes dan AMCN di Rumah Sakit Swasta POT. Anggota IBI 8 orang dikirim ke Amerika untuk kemudian mengantar bidan-bidan praktek dari Provinsi ke Provinsi. Berdiri Akademi Kebidanan di Jakarta dan Yogyakarta.
1997 : Pelatihan APN (Asuhan Persalinan Normal). Akademi Kebidanan di Pontianak dibuka di gedung SPK dan disebut AKBID DEPKES Pontianak.
1998 : AKBID mene
1999 : P2B A ditutup.
2000 : Dibuka pelatihan APN untuk para pelajar di bidan
2001 : Telah dibuka bidan pendidik untuk memenuhi tenaga pendidik di AKBID bekerjasama IBI-UGM di UGM Yogyakarta.
2002 : Awal April dibuka D4 di Bandung dan Sumatera Utara.
Pendidikan Bidan Saat Ini Di Indonesia
Faktor penting dalam menekan angka kematian ibu hamil dan anak maka dibentuk strategi sehat 2010 Meliputi :
1. peningkatan profesionalisme SDM kesehatan,
2. Desentralisasi
3. Pemerataan pelayanan kesehatan
4. Jaminan pelayanan kesehatan masyarakat
Menurut data bulan Agustus 1999, bidan di indonesia sebanyak 65.685 orang di 27 pengurus daerah IBI di propinsi dan 318 pengurus cabang IBI. Jumlah tersebut setiap tahun akan berkurang sebanyak 10 % akibat :
1. Usia
2. Alih profesi
3. Menikah
4. Pensiun
5. Meninggal
Maka untuk mengatasinya, dibuka pendidikan bidan D-3 yang pesertanya terdiri dari lulusan bidan D-1 dan SMU. Dengan semua itu , diharapkan program Indonesia sehat 2010 dapat tercapai.
B. Di luar Negeri
Di Amerika, telah terjadi tradisi untuk memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil. Dalam 250 tahun pertama, Amerika berbentuk kolonia.
Menurut catatan Thomas
Yang pertama kali praktek adalah Samuel Kuller dan istrinya tahun 1634. yang kedua adalah Anne Hurctinson, seorang bidan bersama suaminya. Pertama-tama ia menolong temannya yang bernam Magdayer yang melahirkan unencepalus (tidak ada batok kepala), tidak ada nis. Bayinya tidak dapat bertahan lama. Masyarakat kemudian mengecam Anne dan diusir pindah Long Island (Pelham New York). Disana ia mati terbunuh, dan untuk mengenangnya dibuatlah jalan Hurctinson di New York.
Tokoh-Tokoh Yang Terkenal
1. Dr. William Sippen (1736-1808)
Orang Kebangsaan Philadelphia, belajar di eropa selama 3 (tiga) tahun berguru kepada William Smili. Tahun 1762 mendirikan kursus kebidanan di Philadelphia hingga tahun 1810 mendapat gelar “Pof. Anatomi Pembedahan dan Kebidanan”.
2. Dr. Thomas Chalkey James
mendapat gelar “Prof. Kebidanan”. Pertama kali menganjur partus buatan untuk ibu panggul sempit (partus spontan).
3. Dr. Samuel Bat (1742-1821)
belajar di eropa (Edenburg). Pada tahun 1768 kembali ke Amerika dalam usia 26 tahun. Orang yang menganjurkan promatermity hospital (perawatan rumah sakit bagi wanita yang melahirkan dan memerlukan perawatan lebih lanjut) bersama Dr. Ballentine.
Tokoh-Tokoh Kebidanan atau Penulis
1. Dacruz (1967)
Keterampilan dalam menolong proses persalinan yang didapat turun temurun oleh ibu muda yang telah menilah dan melahirkan. Sepertiga bad 16 masih dilakukan oleh wanita.
2. Kirzinger (1988)
Bidan diharapkan bisa menjadi Dokter. Gender yaitu kemitrasejajaran yang dapat dipertukarkan seperti fungsi, peran, dan tanggung jawab.
3. Witz (1992)
Institut Kebidanan didirikan dengan kompetisi yang masih sedikit.
Sejarah Ilmu Pendidikan Kebidanan
1. Yunani
Hipocratus (450-370SM) bapak kedokteran dan pengobatan.
Dasar-dasar pengobatan dan perawatan temuannya masih dipakai hingga sekarang, ia juga berminat terhadap kebidanan dan menganjurkan wanita bersalin ditolong atas dasar kemanusian maka Yunani dan romawi merupakan negara yang lebih adhulu merawat wanita nifas.
2. Italia
Soramus (98-138M) Bapak Kebidanan
Berasal dari efesus, turki belajar di Alexandria, Mesir dan berpraktek di Roma. Bidan adalah ilmu yang melakukan sendiri kelahiran dan menjauhkan dari ketakhayulan. Orang pertama yang menemukan versi luar (memutar bayi dalam kandungan). Setelah Soranus meninggal diteruskan oleh muridnya, Moscion yang menulis buku pelajaran bagi bidan (Kateksimus bagi bidan). Sepeninggal Moscion, merupakan zaman gelap bagi kebidanan. Pada abd ke-11 barulah pengobatan mengalami kemajuan. Guru besar Italia yang banyak berjasa yaitu Vesalvius, Febicus, Eostacius, Follopius.
3. Kanada
Di Kanada sulit mendapatkan bidan maka tenaga bidan didapar dari luar. Kebidanan dilakukan oleh perawat (Maternity Nursing) dan tidak mendapat surat ijin praktek. Tahun 1991, bidan mulai diakui keberadaannya. Di Ontario pendidikan bidan selama 3 tahun dan penyesuaian selama 1 tahun untuk mendapatkan izin praktek bidan.
4. Perancis
Setelah kebidanan dikenal, wanita bangsawan selalu memanggil dokter dan bidan saat melahirkan kemudian ditiru oleh semua kalangan masyarakat.
5. Denmark
1973 disusun pedoman bagi bidan untuk mengelompokan pasien yang beresiko tinggi.
6. Belanda
Pendidikan bidan dipisah dengan perawat sehingga kemampuan dan keterampilan mereka serta tugasnya berbeda. Tugas pokok bidan di Belanda :
a. penanganan kasus fisiologis (kasus yang normal)
b. merujuk keadaan yang abnormal ke dokter ahli kebidanan seperti bayi besar, sungsang, dan lain-lain hal ini diatur PP Belanda tahun 1970
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sejarah perkembangan kesehatan kebidanan pertama kali ditemukan di Yunani oleh Hippocrates (460-370 SM) dan di Ephesus / Turki oleh Soramus (98-138 sesudah masehi), kemudian di Italia (setelah zaman moscion) setelah itu di perancis.
Sebelum adanya pelayanan kebidanan masyarakat banyak dibantu oleh dukun untuk menolong persalinan. Banyak anak dan ibu meninggal karena kurangnya pengetahuan si dukun untuk mengatasi keadaan-keadaan yang sangat sulit misalnya perdarahan, bayi sungsang dan sebagainya.
Oleh sebab itu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak guna menekan angka kematian bayi dan ibu.
Diharapkan para bidan bisa menjadi bian profesional dan mengetahui car-cara mengatasi masalah dalam kebidanan. Para bidan harus memberikan pelayanan dan perhatian bagi ibu yang hamil maupun yang sudah melahirkan sehingga ibu itu merasa nyaman dan aman bila dibantu oleh bidan.
DAFTAR PUSTAKA
Ibrahim, christina 1981. PerawatanKebidanan. PT. Bharatama Karya Aksara : Jakarta
By : WIDYA SUSRA
NIM : 090104047

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: