LAPORAN PELAKSANAAN TOURING DI INSTALASI KESEHATAN REPRODUKSI KLINIK INFERTILITAS PERMATA HATI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA

Januari 27, 2010

LAPORAN PELAKSANAAN TOURING DI INSTALASI KESEHATAN REPRODUKSI KLINIK INFERTILITAS PERMATA HATI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA
Laporan di tulis oleh;Sutarni Djufri, Prodi D4 Kebidanan.

BAB I

A. PENDAHULUAN
Dalam rangka memenuhi kemampuan mahasiswa Program D.IV Bidan Pendidik di STIKES AISYIYAH Yogyakarta Tahun Akademik 2009 – 2010 pada kompetensi Kesehatan Reproduksi khususnya dalam hal Konseling Infertilitas , maka mahasiswa di berikan pembelajaran khusus Infertilitas dan bayi tabung dengan metode Touring Ke Klinik Infertilitas Permata Hati RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Kegiatan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 28 Desember 2009.
Kegiatan Touring ke Klinik Infertilitas Permata Hati RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta ini sebagai sarana yang dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk lebih jauh melihat ,mengenal dan mengetahui lebih dalam tentang Infertilitas dan bayi tabung dan mahasiswa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang Infertilitas dan permasalahan serta pemecahan masalahnya, sehingga nanti dapat memberikan Konseling pada pasangan Suami Istri yang mengalami masalah Infertilitas.

B. TUJUAN.
1. Tujuan Umum.
Setelah melaksanakan Kegiatan Touring ke Klinik Infertilitas Permata Hati RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta mahasiswa mampu memahami Pelaksanaan Konseling Infertilitas.
2. Tujuan Khusus
Mahasiswa memperoleh gambaran tentang Infertilitas, masalah-masalah yang di hadapi oleh isteri/suami/pasutri, konseling infertilitas, serta bayi tabung.

BAB II
PELAKSANAAN TOURING INFERTILITAS

A. NAMA KEGIATAN : Touring Infertilitas ( MK. Kesehatan Reproduksi)
B. MACAM KEGIATAN
Materi (Teori) dan Touring terdiri dari:
1. Infertilitas (Patients Guidelines) oleh Dwi Haryadi Klinik Infertilitas Permata Hati RS DR Sardjito Yogyakarta
2. Permasalahan kesehatan reproduksi pria oleh Dr.Dicky Moch Rizal, MKes, SpAnd
3. Keberhasilan bayi tabung di Klinik Infertilitas Permata Hati RSUP.Dr. Sardjito Yogyakarta, oleh Dr. Ita Fauzia Hanoum, embriologis, Klinik Infertilitas Permata Hati RS DR Sardjito Yogyakarta
4. Diskusi Tanya jawab bersama Pakar
5. Melihat Ruang, alat, tenaga, cara kerja serta gambaran pasien yang di tangani di Klinik Permata Hati RS DR Sardjito Yogyakarta
C. JUMLAH PESERTA
Mahasiswa yang ikut Touring sejumlah 55 orang, bersama Dosen Pembimbing tutorial 5 orang.
D. TEMPAT DAN WAKTU
Instalasi Kesehatan Reproduksi Klinik Infertilitas Permata Hati RSUP DR. Sardjito, hari Senin tanggal 28 Desember 2009 jam 08.00 sampai 14.30 WIB.
E. PEMBIMBING
Touring di pimpin langsung oleh Ketua Prodi D.IV Kebidanan ( Ibu. Mufdlillah, S.SiT, S.Pd, M.Kes) dan Penanggung jawab MK. Kesehatan Reproduksi ( Ibu Dewi Rokhanawati, M.P.H) serta di damping oleh dosen pembimbing tutorial.
F. KEGIATAN
1. Setiap mahasiswa Mengikuti kegiatan ceramah dan Tanya jawab di ruang seminar oleh Pakar
2. Lima orang mahasiswa yang mewakili kelompok tutorial masing-masing bersama 3 orang dosen dengan didampingi dr. Ita Fauzia Hanoum, melakukan orientasi ruangan, mengenal petugas, pengenalan alat serta obat-obatan, dan gambaran cara melakukan proses bayi tabung.
3. Membuat laporan serta Presentasi hasil kegiatan di kelas.

Masak Yuuukk!!! Masakan Khas Bugis dan Jogya pasti Uenak..

Januari 22, 2010

1. BARONGKO ( PENGANAN BUGIS YANG MUANTAP )

Ini masakan kebesaran orang Bugis,… Soalnya selain rasanya yang lezat, penganan ini selalu ada di acara-acara adat atau untuk menyambut tamu.
Hmm… lebih segar lagi jika baru saja keluar dari kulkas. Manis pisangnya dan rasanya yang dingin serasa meresap dilidah…MYAMIIII…

Bahan Dasar..
Pisang sdh masak dan ranum, satu sisir.
Gula, enam sendok makan.
Telur, 5 biji.
Santan, 1 gelas.
sedikit garam
Tambahan: daun pisang dan lidi untuk penyemat.

Caranya;

1. Ambil daging pisang dan buang tengahnya (yg ada hitam2nya). Campur semua bahan dan blender.
2. Ambil daun pisang, bentuk seperti buat bungkus pecel (lihat bentuknya di foto). Isi dengan adonan pisang di atas.
3. Tutup atasnya dengan menyematkan lidi.
4. Kukus sekitar 15-20 menit.
5. Dinginkan, masukkan ke dalam kulkas, lalu rasakan kelezatannya:-))

2. GUDEK YOGYA PLUS SAMBEL KRECEK…

Bahan :
1 kg nangka yg sedang tuanya (tidak terlalu muda dan tdk terlalu tua), potong-potong (echa: 3 kaleng)
12 btr telur rebus utuh (kupas kulitnya kalau ingin bumbunya lebih meresap)
1000 cc air kelapa (echa: nggak pakai, tapi pakai 1 sdt cuka)
8 – 10 lbr daun salam
5 – 8 iris lengkuas ½ x 8cm yg diiris menurut panjangnya
200 gr gula merah, iris halus
2000 cc santan dari 1 butir kelapa (echa: 1 liter santan kotak)

Haluskan :
12 btr bawang merah
12 siung bawang putih
1 sdt ketumbar (echa: 1 sdm)
2 sdm garam (echa: 3 sdt)

Cara Membuat :
Tahap I

1. Karena memasaknya butuh waktu lama dan sampai cairannya mengering, maka gunakanlah panci beralas tebal.
2. Tata daun salam menutupi dasar panci, tata juga diatasnya irisan lengkuas (selain sebagai penyedap, juga berfungsi sebagai alas masakan ini agar tidak hangus).
3. Campur bumbu halus dengan 500 cc air kelapa, aduk rata.
4. Masukkan berturut turut potongan nangka muda, telur rebus, gula merah, siram bumbu halus yang dicairkan dengan air kelapa.
5. Tambahkan air kelapa secukupnya sebatas tinggi nangka + telur tadi agar terenda.
6. Tutup panci rapat-rapat, masak diatas api sedang , tanpa dibuka tutupnya sekalipun selama kira-kira 2 jam.

Tahap II

1. Setelah 2 jam lihat apakah airnya sudah tinggal sedikit, angkat dulu telurnya dan sisihkan sementara agar tidak hancur.
2. Masukkan santan, aduk-aduk dengan sendok kayu sambil menghancurkan potongan nangka (jaga jangan sampai daun salam dan lengkuasnya terangkat . Pada tahap ini volume nangka menjadi kurleb separonya.
3. Masukkan kembali telurnya sampai sedikit terkubur dalam nangka.
4. Masak lagi dengan api kecil selama minimal 3 jam.
5. Aduk sesekali sampai santan habis.
6. Pada tahap II ini biasanya memasak sampai 7 jam pake kompor listrik dengan pengaturan api 1/2nya atau 300w agar terjaga kestabilan apinya, karena kalau pakai kompor gas, apinya suka mati karena diatur kecil sekali.
7. Hasilnya gudeg cantik berwarna coklat kemerahan dengan cairan yang sedikit dan kental.
8. Siramkan areh/ kuah opor ayam kental diatas gudeg nangka ini secukupnya pada saat dihidangkan.

3. SAMBAL GORENG KRECEK

Bahan :
300 gr krupuk krecek khusus masakan (kalau yg untuk dimakan langsung sering hancur bila dimasak )
200 gr kacang tolo
50 gr cabe rawit besar warna merah, kuning dan hijau ( jumlah bisa disesuaikan dgn selera )
1 sdt asam
2 ltr santan dari 1 butir kelapa ( pisahkan yang kentalnya )
3 lbr daun salam
6 cm lengkuas, memarkan
100 gr cabe merah besar, rebus, blender halus
100 cc minyak goreng
garam secukupnya
gula merah secukupnya

Haluskan :
12 btr bawang merah
12 siung bawang putih

Cara Membuat :

1. Cuci kacang tolo sampai bersih, tiriskan dan masukkan dalam air mendidih dipanci hingga terendam kurleb 5 cm diatasnya. Diamkan selama 2 jam, hingga kacang mengembang.
2. Rebus kembali, didihkan selama kurang lebih 10 menit (tambahkan airnya hingga tetap terendam air 5 cm diatasnya).
3. Tiriskan dan bilas dengan menyiramkan air sampai bilasannya jernih.
4. Rendam krecek dgn air biasa hingga lunak, peras dengan kedua telapak tangan saling menggengam agar krecek tidak hancur. Bilas dan peras lagi beberapa kali dengan cara yang sama, sampai keluar semua minyak yang coklat kehitaman dan airnya jernih.
5. Tumis cabe merah halus dengan 100 cc minyak goreng, hingga minyaknya keluar dan berwarna merah menyala, sisihkan.
6. Tumis bumbu yang dihaluskan dengan sedikit sisa minyak tumisan cabe sampai harum, masukkan serai, daun jeruk purut.
7. Tuangi santan cair, didihkan, bubuhi garam dan gula.
8. Masukkan Kacang Tolo, masak sampai matang, kemudian masukkan kreceknya dan santan kental.
9. Timba-timba agar santan tidak pecah , setelah agak mengental masukkan cabe rawit.
10. Masak terus sampai kuah mengental, dan minyak berwarna merah cerah mengambang dipermukaan.

Catatan:
Ampas gudeg yang berupa salam, laos dan sedikit gosongan nangka berbumbu bisa dipakai untuk membuat telur pindang susulan. Tambahkan air/santan encer, garam dan gula secukupnya sampai telur rebus yg diretakkan kulitnya terendam. Masak lagi sampai kulit telur coklat, dan bumbu meresap.

4. COTO MAKASSAR ( Yang Segeeeer)

500 gram daging sapi, sandung lamur
500 gram babat, rebus matang
300 gram hati sapi, rebus matang
200 gram jantung sapi, rebus matang
5 batang serai memarkan4 sm lengkuas memarkan
2 cm jahe memarkan
5 lembar daun salam
250 gram kacang tanah, goreng haluskan
2,5 liter air cuci beras/tajin
1 sdm bumbu kaldu bubuk rasa sapi
6 sdm minyak sayur

Haluskan:
10 siung bawang putih,
8 butir kemiri sangrai1 sdm ketumbar sangrai
1 sdt jintan sangrai
1 sdt garam dan
1 sdt merica butiran
Pelengkap : bawang goreng, irisan daun bawang dan irisan seledri, sambal taocoHaluskan : 10 bawang merah, 5 siung bawang putih, 10 cabai keriting rebus sebentar, 100 gram taoco, tumis dengan 6 sdm minyak sayur hingga matang, haluskan tambahkan garam dan gula merah

Directions:
1. Rebus daging sapi, babat, hati dan jantung, beri serai, lengkuas, jahe dan salam setelah matang angkat, tiriskan, potong dadu. Jerohan sapi matang, potong dadu. Sisihkan.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum, masukkan kedalam kaldu, tambahkan kacang tanah goreng, didihkan.
3. Penyajian, siapkan mangkuk, isi dengan daging dan jerohan beri kuahnya, taburi bawang goreng, irisan daun bawang dan seledri sajikan dengan buras dan sambal taoco
4. Sajikan hangat

5. NASI GORENG YOGYA

Bahan-bahan

2 piring nasi merah/nasi putih
5 sdm minyak untuk menumis
100 gr daging ayam, potong-potong
50 gr udang kupas rebus kecil-kecil
6 btr bawang merah, iris halus
5 siung bawang putih, haluskan
50 gr bawang bombay, dicacah halus
50 gr paprika merah dipotong kotak kecil
50 gr cabe hijau dipotong kecil
2 bh cabe merah buang bijinya, haluskan
2 btr telur ayam, kocok sebentar
2 sdm kecap manis
1 sdm kecap asin
1/2 sdt lada/merica halus
garam secukupnya
Taburan

50 gr mi goreng kering
1 sdm bawang goreng
Cara Membuat

Panaskan minyak, tumis cacahan bawang bombay lalu masukkan bawang merah dan bawang putih serta cabe merah hingga harum
Masukkan daging ayam, udang, paprika merah dan cabe hijau. Aduk hingga berubah warna
Tambahkan telur, aduk ceapt. Masukkan nasi, kecap manis, kecap asin, lada sambil terus diaduk hingga rata
Hidangkan dengan taburi mie goreng dan bawang goreng

selamat mencoba dan menikmati…
salam ..(Sutarni_Djufri)
(Di ambil dari berbagai Sumber..)

ASFIKSIA

Januari 20, 2010

Asfiksia adalah kumpulan dari berbagai keadaan dimana terjadi gangguan dalam pertukaran udara pernapasan yang normal. Gangguan tersebut dapat disebabkan karena adanya obstruksi pada saluran pernapasan dan gangguan yang diakibatkan karena terhentinya sirkulasi. Kedua gangguan tersebut akan menimbulkan suatu keadaan dimana oksigen dalam darah berkurang (hipoksia) yang disertai dengan peningkatan kadar karbondioksida (hiperkapnea). 1,2
Asfiksia dalam bahasa Indonesia disebut dengan “mati lemas”. Sebenarnya pemakaian kata asfiksia tidaklah tepat, sebab kata asfiksia ini berasal dari bahasa Yunani, menyebutkan bahwa asfiksia berarti “absence of pulse” ( tidak berdenyut), sedangkan pada kematian karena asfiksia, nadi sebenarnya masih dapat berdenyut untuk beberapa menit setelah pernapasan berhenti. Istilah yang tepat secara terminologi kedokteran ialah anoksia atau hipoksia. 3,4

Pemeriksaan Post-mortem pada asfiksia:4,5,6
1. Pemeriksaan Luar
a. Lebam mayat jelas terlihat (livide) karena kadar karbondioksida yang tinggi dalam darah
b. Sianosis
Sianosis adalah warna kebiruan dari kulit dan membran mukosa yang merupakan akibat dari konsentrasi yang berlebihan dari deoksihemoglobin atau hemoglobin tereduksi pada pembuluh darah kecil. Sianosis terjadi jika kadar deoksihemoglobin sekitar 5 g/dL. Dapat dengan mudah terlihat pada daerah ujung jari dan bibir.
c. Pada mulut bisa ditemukan busa
d. Karena otot sfingter mengalami relaksasi, mungkin bisa terdapat feses, urin atau cairan sperma
e. ‘Bercak Tardieu’ yaitu bercak peteki di bawah kulit atau konjungtiva
2. Pemeriksaan Dalam
a. Mukosa saluran pernapasan bisa tampak membengkak
b. Sirkulasi pada bagian kanan tampak penuh sedangkan bagian kiri kosong
c. Paru-paru mengalami edema
d. Bercak-bercak perdarahan peteki tampak di bawah membran mukosa pada beberapa organ
e. Hiperemi lambung, hati dan ginjal
f. Darah menjadi lebih encer
EPIDEMIOLOGI
Korban kematian akibat asfiksia termasuk yang sering diperiksa oleh dokter. Umumnya urutan ke-3 sesudah kecelakaan lalu – lintas dan trauma mekanik. 2
ETIOLOGI 2,3
1. Alamiah
Misalnya penyakit yang menyumbat saluran pernafasan seperti laringitis difteri, atau menimbulkan gangguan pergerakan paru seperti fibrosis paru.
2. Mekanik
Kejadian ini sering dijumpai pada keadaan hanging, drowning, strangulation dan sufocation. Obstruksi mekanik pada saluran pernapasan oleh:
– Tekanan dari luar tubuh misalnya pencekikan atau penjeratan
– Benda asing
– Tekanan dari bagian dalam tubuh pada saluran pernapasan, misalnya karena tumor paru yang menekan saluran bronkus utama
– Edema pada glotis
Asfiksia mekanik juga bisa karena trauma yang mengakibatkan emboli udara vena, emboli lemak, pneumotoraks bilateral, sumbatan pada saluran nafas dan sebagainya.
Kerusakan akibat asfiksia (asphyxial injuries) dapat disebabkan oleh kegagalan sel-sel untuk menerima atau menggunakan oksigen. Kehilangan oksigen dapat terjadi parsial (hipoksia) atau total (anoksia). Asphyxial injuries dapat dibagi menjadi empat kategori umum, yaitu:

1. Suffocation (kekurangan napas).
Kekurangan napas atau kegagalan oksigen untuk mencapai darah dapat terjadi akibat kurangnya kadar oksigen di lingkungan sekitar atau terhalangnya saluran napas eksternal. Contoh klasik dari tipe asfiksia ini adalah anak kecil yang terjebak di lemari es dan pada kasus pembunuhan yang dilakukan dengan menutup kepala korban dengan plastik. Pengurangan kadar oksigen sampai pada level 16% adalah keadaan yang cukup membahayakan.
Suffocation juga terjadi pada choking. Diagnosis dan penatalaksanaan dalam choking asphyxiation (obstruksi pada saluran napas internal) tergantung pada lokasi dan pengeluaran benda yang menyebabkan obstruksi. Suffocation dapat juga terjadi karena kompresi pada daerah dada atau abdomen yang dapat menghalangi pergerakan respirasi normal.
2. Strangulation (pencekikan)
Pencekikan menyebabkan penekanan dan penutupan pembuluh darah dan jalan napas oleh karena tekanan eksternal (luar) pada leher. Hal ini menyebabkan hipoksia atau anoksia otak sekunder menyebabkan perubahan atau terhentinya aliran darah dari dan ke otak. Dengan hambatan komplit pada arteri karotis, kehilangan kesadaran dapat terjadi dalam 10-15 detik.
3. Hanging ( penggantungan )
Kematian disebabkan oleh asfiksia akibat tersumbatnya saluran nafas, kongesti vena sampai menyebabkan perdarahan di otak, iskemis serebral karena sumbatan pada arteri karotis dan vertebralis, syok vagal karena tekanan pada sinus karotis yang mengakibatkan jantung berhenti berdenyut, dan fraktur atau dislokasi tulang vertebra cervicalis 2 dan 3 yang menekan medulla oblongata dan mengakibatkan terhentinya pernafasan.
4. Drowning (tenggelam)
Suatu keadaan dimana terjadi asfiksia yang menyebabkan kematian akibat udara atmosfer tidak dapat masuk ke dalam saluran pernapasan, karena sebagian atau seluruh tubuh berada dalam air sehingga udara tidak mungkin bisa memasuki saluran pernapasan.
3. Keracunan
Paralisis sistem respirasi karena adanya penekanan pada otak. Bahan yang menimbulkan depresi pusat pernafasan misalnya barbiturat, narkotika.

ANATOMI SISTEM PERNAPASAN 8
Struktur sistem pernapasan dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
a. Upper respiratory tract yang meliputi hidung dan rongga mulut, faring, laring, dan trakea. Upper respiratory tract memiliki area permukaan yang luas, kaya akan suplai darah, dan epitel yang menyusunnya adalah epitel respirasi yang dilapisi oleh mukus. Di dalam hidung terdapat rambut yang berfungsi sebagai penyaring. Fungsi dari upper respiratory tract adalah menghangatkan, melembabkan, dan menyaring udara sehingga udara tersebut sesuai dengan kondisi di bagian distal dari lower respiratory tract.
b. Lower respiratory tract yang terdiri atas bagian bawah trakea, dua bronkus primer dan paru-paru. Struktur ini terletak di rongga toraks.

Paru-paru adalah organ pertukaran udara dan bertindak sebagai tempat aliran udara dan tempat pertukaran dari oksigen masuk ke dalam darah dan karbon dioksida keluar dari dalam darah, dalam hal ini darah berada di kapiler alveolus dan pertukaran tersebut melewati membran kapiler alveolus. Paru-paru terdiri atas saluran udara, pembuluh darah, saraf dan limfe yang disokong oleh jaringan parenkim. Di dalam paru-paru, bronkus primer dibagi menjadi lebih kecil dan kecil lagi sampai mencapai the end respiratory unit (acinus).

Paru-paru,dinding dada, dan mediastinum ditutupi oleh dua lapisan epitelium yang disebut sebagai pleura. Lapisan peura terdalam yang meutup parenkim paru-paru disebut pleura viseral dan lapisan pleura terluar yang lebih dekat dengan dinding dada disebut pleura parietalis. Diantara pleura tersebut terdapat cairan yang berfungsi sebagai lubricant dan memudahkan pengembangan paru-paru saat bernapas.

V. FISIOLOGI PERNAPASAN 8,9
Sistem respirasi memainkan peranan penting yang esensial dalam mencegah hipoksia jaringan dengan mengoptimalkan kadar oksigen di dalam darah pada arteri melalui pertukaran gas yang efisien.
Sistem pernapasan melaksanakan pertukaran udara antar atmosfer dan paru melalui proses ventilasi. Pertukaran O2 dan CO2 dalam paru dan darah dalam kapiler paru berlangsung melalui dinding kantung udara atau alveolus yang sangat tipis. Saluran pernapasan menghantarkan udara dari atmosfer ke bagian paru tempat pertukaran gas berlangsung. Paru terletak dalam kompartemen toraks yang tertutup, yang volumenya dapat diubah-ubah oleh aktivitas kontraksi otot-otot pernapasan.
Tiga tahap yang terlibat pada proses pertukaran gas adalah:
o Ventilasi.
Ventilasi atau bernapas adalah proses pergerakan udara masuk-keluar paru secara berkala sehingga udara alveolus yang lama dan telah ikut serta dalam pertukaran O2 dan CO2 dengan darah kapiler paru diganti oleh udara atmosfer segar. Tahap ini ditentukan oleh dua hal, yaitu:
1. Respiratory rate (jumlah pernapasan per menit yang nilai normalnya 12-20).
2. Tidal volume.
Mekanisme ventilasi:
Pergerakan udara masuk dan keluar dari paru-paru terjadi karena perbedaan tekanan yang disebabkan oleh perubahan dalam volume paru-paru. Udara mengalir dari tekanan yang tinggi ke tekanan yang rendah. Kita tidak dapat merubah tekanan atmosfer sekitar kita menjadi lebih tinggi dibanding tekanan dalam paru-paru, alternatif yang mungkin adalah menurunkan tekanan dalam paru-paru dengan memperluas rongga thoraks.
Otot inspirasi utama adalah diafragma, berbentuk kubah, saat berkontraksi kubahnya mendatar, meningkatkan tekanan intrathoraks. Hal ini membantu otot interkostal eksterna, yang meningkatkan rangka kosta.

Ventilasi secara mekanis dilaksanakan dengan mengubah secara berselang-seling arah gradien tekanan untuk aliran udara antara atmosfer dan alveolus melalui ekspansi dan penciutan berkala paru. Kontraksi dan relaksasi otot-otot inspirasi (terutama diafragma) yang berganti-ganti secara tidak langsung menimbulkan inflasi dan deflasi periodik paru dengan secara berkala mengembang-kempiskan rongga toraks dengan paru secara pasif mengikuti gerakannya.
Karena kontraksi otot inspirasi memerlukan energi, inspirasi adalah proses aktif, tetapi ekspirasi adalah proses pasif pada bernapas tenang karena ekspirasi terjadi melalui penciutan elastik paru sewaktu otot-otot inspirasi melemas tanpa memerlukan energi. Untuk ekspirasi aktif yang lebih kuat, kontraksi otot-otot ekspirasi (terutama otot abdomen) semakin memperkecil ukuran rongga toraks dan paru yang semakin meningkatkan gradien tekanan intra-alveolus terhadap atmosfer. Semakin besar gradien antara alveolus dan atmosfer, semakin besar laju aliran udara, karena udara terus mengalir sampai tekanan intra-alveolus seimbang dengan tekanan atmosfer.
Selain secara langsung proporsional dengan gradien tekanan, laju aliran udara juga berbanding terbalik dengan resistensi saluran pernapasan. Karena resistensi saluran pernapasan, yang bergantung pada kaliber saluran pernapasan, dalam keadaan normal sangat rendah, laju aliran udara biasanya bergantung pada gradien gradien tekanan yang tercipta antara alveolus dan atmosfer. Apabila resistensi saluran pernapasan meningkat secara patologis akibat penyakit paru obstruktif menahun, gradien tekanan harus juga meningkat melalui peningkatan aktivitas otot pernapasan agar laju aliran udara konstan.
o Perfusi
Dinding alveoli mengandung cabang kapiler yang padat yang membawa darah vena dari jantung kanan. Barriernya yang sangat tipis memisahkan darah pada kapiler dan udara di alveoli. Perfusi darah melewati kapiler ini menyebabkan terajdinya difusi dan pertukaran gas.
Untuk memperoleh pertukaran gas yang efisien , aliran gas (ventialsi:V) dan aliran darah (perfusi:Q) harus seimbang. Rasio V:Q yang normal sekitar 1:1. Berikut adalah contoh kasus mengenai ketidakseimbangan ventilasi dan perfusi:
1. Ventilasi alveolus normal tetapi tidak ada perfusi (oleh karena adanya bekuan darah yang menyumbat aliran darah). Hal ini disebut dead space ventilation
2. Perfusi normal tetapi tidak ada udara yang mencapai paru-paru (oleh karena adanya kumpulan mucus yang menyumbat jalan napas).
Ketidakseimbangan ventilasi:perfusi adalah penyebab umum dari hipoksemia dan mendasari banyak penyakit sistem respirasi.
o Difusi
Pada pertukaran gas, difusi terjadi melewati kapiler alveolar membrane. Difusi molekul O2 dan CO2 terjadi sepanjang gradient tekanan parsial.
Udara pada atmosfer dihirup dan dilembabkan mengandung 21 % oksigen. Hal ini berarti:
– 21 % dari total molekul di udara adalah oksigen
– Oksigen bertanggung jawab untuk 21 % dari total tekanan udara; ini yang disebut tekanan parsial, diukur dalam mmHg atau kPa daan disingkat PO2
Oksigen dan CO2 bergerak melintasi membran tubuh melalui proses difusi pasif mengikuti gradien tekanan parsial. Difusi netto O2 mula-mula terjadi antara alveolus dan darah, kemudian antara darah dan jaringan akibat gradien tekanan parsial O2 yang tercipta oleh pemakian terus menerus O2 oleh sel dan pemasukan teru-menerus O2 segar melalui ventilasi. Difusi netto CO2 terjadi dalam arah yang berlawanan, pertama-tama antara jaringan dan darah, kemudian antara darah dan alveolus, akibata gradien tekanan parsial CO2 yang tercipta oleh produksi terus-menerus CO2 oleh sel dan pengeluaran terus-menerus CO2 alveolus oleh proses ventilasi.

Transportasi gas
Karena O2 dan CO2 tidak terlalu larut dalam darah, keduanya terutama harus diangkut dalam mekanisme selain hanya larut secara fisik. Hanya 1,5% O2 yang larut secara fisik dalam darah, dengan 98,5% secara kimiawi berikatan dengan hemoglobin (Hb). Faktor utama yang menentukan seberapa banyak O2 yang berikatan dengan Hb adalah PO2 darah. Karbon dioksida yang diserap di kapiler sistemik diangkut dalam darah dengan tiga cara :
1. 10% larut secara fisik.
2. 30% terikat ke Hb.
3. 60% dalam bentuk bikarbonat (HCO3)

VI. PATOFISIOLOGI
Kondisi-kondisi yang berkaitan dengan asfiksia adalah sebagai berikut: 10
a. Gangguan pertukaran udara pernapasan.
b. Penurunan kadar oksigen (O2) dalam darah (hipoksia).
c. Peningkatan kadar karbondioksida (CO2) dalam darah (hiperkapnea).
d. Penurunan suplai oksigen (O2) ke jaringan tubuh.
Kerusakan akibat asfiksia disebabkan oleh gagalnya sel menerima atau menggunakan oksigen. Kegagalan ini diawali dengan hipoksemia. Hipoksemia adalah penurunan kadar oksigen dalam darah. Manifestasi kliniknya terbagi dua yaitu hipoksia jaringan dan mekanisme kompensasi tubuh. Tingkat kecepatan rusaknya jaringan tubuh bervariasi. Yang paling membutuhkan oksigen adalah sistem saraf pusat dan jantung. Terhentinya aliran darah ke korteks serebri akan menyebabkan kehilangan kesadaran dalam 10-20 detik. Jika PO2 jaringan dibawah level kritis, metabolisme aerob berhenti dan metabolisme anaerob berlangsung dengan pembentukan asam laktat.6,7
Tanda dan gejala hipoksemia dibagi menjadi 2 kategori yaitu akibat ketidakseimbangan fungsi pusat vital dan dan akibat aktivasi mekanisme kompensasi. Hipoksemia ringan menyebabkan sedikit manifestasi yaitu gangguan ringan dari status mental dan ketajaman penglihatan, kadang-kadang hiperventilasi. Hal ini karena saturasi Hb masih sekitar 90% ketika PO2 hanya 60 mmHg.6
Hipoksemia yang lebih berat bisa menyebabkan perubahan kepribadian, agitasi, inkoordinasi otot, euphoria, delirium, bisa sampai stupor dan koma.
Pengerahan mekanisme kompensasi simpatis menyebabkan takikardi, kulit menjadi dingin (oleh karena vasokonstriksi perifer), diaphoresis dan peningkatan ringan dari tekanan darah.6
Hipoksemia akut yang sangat berat bisa menyebabkan konvulsi, perdarahan retina dan kerusakan otak permanent. Hipotensi dan bradikardi biasanya merupakan stadium preterminal pada orang dengan hipoksemia, mengindikasikan kegagalan mekanisme kompensasi.6
Kehilangan oksigen bisa bersifat parsial (hipoksia) atau total (anoksia). 7
Hipoksia dapat diberi batasan sebagai suatu keadaan dimana sel gagal untuk dapat melangsungkan metabolisme secara efisien. Dahulu untuk keadaan ini disebut anoksia yang setelah dipelajari ternyata pemakaian istilah anoksia itu sendiri tidak tepat. Dalam kenyataan seahri-hari merupakan gabungan dari 4 kelompok. Kelompok tersebut adalah: 1,4
1. Hipoksik-hipoksia (dahulu anoksik-anoksia)
Keadaan dimana oksigen tidak dapat masuk aliran darah atau tidak cukup bisa mencapai aliran darah , misalnya pada orang-orang yang menghisap gas inert, berada dalam tambang atau pada tempat yang tinggi dimana kadar oksigen berkurang.
2. Stagnan-hipoksia (dahulu stagnant circulatory anoxia)
Terjadi karena gangguan sirkulasi darah (embolism)
3. Anemik-hipoksia (dahulu anemic anoxia)
Darah tidak mampu mengangkut oksigen yang cukup. Bisa karena volume darah yang kurang
4. Histotoksik-hipoksia (dahulu histotoxic tissue anoxia)
Pada keadaan ini sel-sel tidak dapat mempergunakan oksigen dengan baik, hal ini dapat disebabkan oleh faktor-faktor berikut:
a. Extra celluler: system enzim oksigen terganggu. Misalnya pada keracunan HCN, barbiturate dan obat-obat hypnotic.
Pada keracunan HCN, cytochrome enzim hancur sehingga sel-sel mati. Sedangkan barbiturate dan hypnotic hanya sebagian system cytochrome enzim yang terganggu, maka jarang menimbulkan kematian sel kecuali pada overdosis.
b. Intra celluler: terjadi karena penurunan permeabilitas sel membrane, seperti yang terjadi pada pemberian obat-obat anesthesia yang larut dalam lemak (chloroform, ether, dll)
c. Metabolit: sisa-sisa metabolisme tidak bisa dibuang, misalnya pada uremia dan keracunan CO2
d. Substrat: bahan-bahan yang diperlukan untuk metabolisme kurang. Misalnya pada hipoglikemia.
Terdapat empat fase dalam asfiksia, yaitu: 10
1. Fase Dispneu.
Pada fase ini terjadi penurunan kadar oksigen dalam sel darah merah dan penimbunan CO2 dalam plasma akan merangsang pusat pernapasan di medulla oblongata. Hal ini membuat amplitude dan frekuensi pernapasan meningkat, nadi cepat, tekanan darah meninggi, dan mulai tampak tanda-tanda sianosis terutama muka dan tangan.
2. Fase Konvulsi.
Akibat kadar CO2 yang naik maka akan timbul rangsangan terhadap susunan saraf pusat sehingga terjadi konvulsi (kejang), yang mula-mula kejang berupa kejang klonik tetapi kemudian menjadi kejang tonik dan akhirnya timbul spasme opistotonik. Pupil mengalami dilatasi, denyut jantung menurun, tekanan darah juga menurun. Efek ini berkaitan dengan paralisis pusat yang lebih tinggi dalam otak akobat kekurangan O2.
3. Fase Apneu.
Pada fase ini, terjadi depresi pusat pernapasan yang lebih hebat. Pernapasan melemah dan dapat berhenti, kesadaran menurun,dan akibat dari relaksasi sfingter dapat terjadi pengeluaran cairan sperma, urine, dan tinja.
4. Fase Akhir.
Terjadi paralisis pusat pernapasan yang lengkap. Pernapasan berhenti setelah kontraksi otomatis otot pernapasan kecil pada leher. Jantung masih berdenyut beberapa saat setelah pernapasan berhenti. Masa dari saat asfiksia timbul sampai terjadinya kematian sangat bervariasi. Umumnya berkisar antara 4-5 menit.
Fase 1 dan 2 berlangsung ±3-4 menit. Hal ini tergantung dari tingkat penghalangan O2. Bila penghalangan O2 tidak 100 %, maka waktu kematian akan lebih lama dan tanda-tanda asfiksia akan lebih jelas dan lengkap.
Stadium asfiksia adalah: 10
1. Stadium pertama.
Gejala yang terjadi pada stadium ini adalah pernapasan dirasakan berat. Kadar CO2 yang meningkat menyebabkan pernapasan menjadi cepat dan dalam (frekuensi pernapasan meningkat), nadi menjadi cepat, tekanan darah meningkat, muka dan tangan menjadi agak biru.
2. Stadium kedua.
Gejala yang terjadi adalah pernapasan menjadi sukar, terjadi kongesti di vena dan kapiler sehingga terjadi perdarahan berbintik-bintik (petechie), kesadaran menurun, dan timbul kejang.
3. Stadium ketiga.
Gerakan tubuh terhenti, pernapasan menjadi lemah dan lama kelamaan berhenti, pingsan, muntah, pengeluaran kencing dan tinja, dan meninggal dunia. Korban laki-laki dapat mengeluarkan mani dan korban wanita mengeluarkan darah dari vagina.
Dari pandangan patologi, kematian akibat asfiksia dapat dibagi dalam dua golongan : 2,4,11
1. Primer ( akibat langsung dari asfiksia )
Kekurangan oksigen ditemukan di seluruh tubuh, tidak tergantung pada tipe dari asfiksia. Sel – sel otak sangat sensitif terhadap kekurangan O2. Apa yang terjadi pada sel yang kekurangan O2 belum dapat diketahui, tapi yang dapat diketahui adanya perubahan elektrolit dimana kalium meninggalkan sel dan diganti natrium mengakibatkan terjadinya retensi air dan gangguan metabolisme. Di sini sel – sel otak yang mati akan digantikan oleh jaringan glial. Akson yang rusak akan mengalami pertumbuhan (sprouting) pada kedua ujung yang terputus oleh jaringan parut tersebut. Akan tetapi hal ini tidak mengakibatkan tersambungnya
kembali akson yang terputus, karena terhalang oleh jaringan parut yang terdiri dari sel glia.
Bila orang yang mengalami kekurangan anoksia dapat hidup beberapa hari sebelum meninggal perubahan tersebut sangat khas pada sel – sel serebrum, serebelum dan ganglia basalis. Akan tetapi bila orangnya meninggal cepat, maka perubahannya tidak spesifik dan dapat dikaburkan dengan gambaran postmortem autolisis. Pada organ tubuh yang lain yakni jantung, paru – paru, hati, ginjal dan yang lainnya perubahan akibat kekurangan O2 langsung atau primer tidak jelas.

2. Sekunder ( berhubungan dengan penyebab dan usaha kompensasi dari tubuh ) Jantung berusaha mengkompensasi keadaan tekanan oksigen yang rendah dengan mempertinggi outputnya, akibatnya tekanan arteri dan vena meninggi. Karena oksigen dalam darah berkurang terus dan tidak cukup untuk kerja jantung maka terjadi gagal jantung dan kematian berlangsung dengan cepat. Keadaan ini didapati pada :
a. Penutupan mulut dan hidung ( pembekapan )
b. Obstruksi jalan nafas seperti pada mati gantung, penjeratan, pencekikan dan korpus alienum dalam saluran nafas atau pada tenggelam karena cairan menghalangi udara masuk ke paru – paru
c. Gangguan gerakan pernafasan karena terhimpit atau berdesakan ( traumatic asphyxia )
d.Penghentian primer dari pernafasan akibat kegagalan pada pusat pernafasan, misalnya pada keracunan.

VII. PENUTUP
Pada asfiksia terjadi kekurangan oksigen yang bisa diakibatkan oleh karena adanya gangguan akibat obstruksi saluran penapasan maupun akibat terhentinya sirkulasi. Terjadi kegagalan oksigen untuk mencapai sel-sel tubuh sehingga terjadi kekurangan O2 dan kelebihan CO2 . Asfiksia bisa terjadi karena penyebab yang wajar atau tidak wajar. Penyebab tidak wajar misalnya pada patah tulang panjang sehingga bisa terjadi emboli lemak dan tersangkut di paru, udara yang terhalang paksa karena starngulasi, suffokasi, asfiksia traumatik ataupun drowning. Penyebabnya bisa ditentukan dengan melihat hasil pemeriksaan postmortem.

ENDANG KONI SURYANINGSIH 090104005

Join with Us..

Januari 20, 2010

Good News for us..about new book talking about Cancer Mamae and Congestive heart disease..CHECK IT OUT>>

Judul buku : Kupas Tuntas Kanker Payudara
Penulis : Endang koni Suryaningsih & Bertani E.Sukaca
Penerbit : Paradigma Indonesia
Harga buku : Rp. 25.000
Kanker payudara disebut juga dengan Carcinoma Mammae adalah sebuah tumor ganas yang tumbuh dalam jaringan payudara. Tumor ini dapat tumbuh dalam kelenjar susu, jaringan lemak, maupun pada jaringan ikat payuidara. Kanker ini memang tidak tumbuh dengan cepat namun berbahaya. Tidak heran jika kanker jenis ini masuk dalam catatan WHO dimasukkan kedalam International Classification of Disease (ICD) dengan kode nomor 17.
Apabila pada tubuh kita terdapat pertumbuhan sel-sel berlebihan maka akan terjadi suatu benjolan atau tumor. Benjolan tersebut dapat bersifat jinak atau ganas. Kanker ganas mempunyai sifat ganas yaitu menyebarkan tumor kebagian tubuh lain di seluruh tubuh. Penyebaran inilah yang disebut metastase. Dinegara berkembang setiap tahunnya lebih dari 580.000 kasus kanker payiudara ditemukan. Kurang lebih 372.000 pasien meninggal karena penyakit ini.
Adapun isi singkat dari buku ini adalah:
a. Mengenal gejala-gejala kanker payudara
Gejala umum
Gejala khusus
b. Cara mendeteksi kanker payudara sejak dini
Apa itu thermografi payudara?
Apa yang dimaksud dengan mammografi?
Mendeteksi dengan ductography
Mengenal biopsy payudara
Amankah melakukan USG payudara?
c. Stadium pada penderita kanker payudara
Stadium 0
Stadium I
Stadium II A
Stadium II B
Stadium III A
Stadium III B
Stadium III C
Stadium IV
d. Factor pemicu kanker payudara
Zat karsinogenik
Factor fisik
e. Factor resiko kanker payudara
 Factor reproduksi
 Pemakaian hormone
 Riwayat keluarga
Konsumsi alcohol
Merokok
f. Macam- macam penyakit dan kanker pada payudara
Penyakit yang sering muncul pada payudara
Tumor jinak
Jenis kanker yang umum terjadi
Kanker yang tidak umum terjadi
g. Cara menghentikan laju perumbuhan kanker payudara
Pengangkatan tumor denga lumpectomy
Pembedahan dengan mastektomi
Adjuvant therapy
h. Cara pencegahan
Strategi pencegahan
Tips aman mencegah kanker
Makanan yang dianjurkan bagi penderita kanker payudara
Memeriksa payudara sendiri
Tentunya kita sepakat bukan dengan motto : lebih baik mencegah daripada mengobati, semakin dini terdeteksi, maka akan semakin mudah pengobantannya dan semakin besar peluang kesembuhannya…jadi jangan takut dan tunggu apalagi,, silahkan mililki buku ini segera yang bisa anda dapatkan di toko buku kesayangan anda, di gramed juga ada lho…

Judul buku : Mengenal & Mencegah penyakit jantung &kanker, Stroke
Penulis : Endang Koni Suryaningsih
Penerbit : Kirana Publisher
Harga buku : Rp.28.000
Kesehatan merupakan kekayaan yang tidak ternilai harganya. Memelihara kesehatan diri sendiri dan orang-orang yang ada di sekeliling kita pun sangatlah penting. Diantara penyakit-penyakit berbahaya dan memetaikan adalah penyakit jantung, kanker dan stroke. Pada kasus penyakit kanker, banyak penderita kanker yang sudah mendapat pengobatan dan perawatan ternbaik yang dapat diberikan oleh dunia ilmu pengetahuan dan kedokteran, namun banyak yang terus mempertanyakan apakah pengobatan itu dapat menyembuhkan penyakit kanker atau belum. Hal ini terjadi karena pada dasarnya hasil pengiobatan kanker biasanya baru bisa diukur dan dilihat dalam jangka waktu lima tahun.
Kemudian pada penyakit jantung, penyakit tersebut bisa menyerang setiap orang tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Yang sangat membahayakan penyakit jantung bisa menyerang secara mendadak tanpa terlihat gejala-gejala sebelumnya.
Penyakit stroke pun tidak kalah berbahaya. Penyakit yang banyak diakibatkan karena pola hidup yang kurang sehat ini selain dapat menyebabkan kelumpuhan, juga bisa mengakibatkan kematian.
Adapun isi buku ini terdiri dari:
a. Mengenal kanker
Penggolongan kanker
Penyebab dan factor yang mempermudah serangan kanker
Lokasi kanker
Mendeteksi kanker lebih dini
Pengobatan yang ada saat ini
Menanggapi diagnosis kanker
b. Penyakit jantung
Mengenal jantung
Penyakit jantung pada pria dan wanita
Berbagai penyakit pada jantung
Kiat menghadapi serangan jantung
Pencegahan dan pengobatan
c. Stroke
Mengenal stroke
Factor resiko yang dapat menyebabkan stroke
Beberapa penyakit yang dapat memicu stroke
Mendeteksi gejala stroke
Kiat-kiat mencegah dan mengatasi stroke
Penasaran?? Buruan segera miliki buku ini di toko buku terdekat kesayangan anda..jangan lupa,,beli yang asli,jangan bajakan…hehe.peace n sukses buat kita semua!

Yogyakarta,…Desember 2009

Penulis

PIJAT BAYI

Januari 9, 2010

Tata Cara Memijat Bayi

Siapa bilang kebiasaan memijat bayi itu kuno? Ternyata pijat bayi itu sangat besar manfaatnya untuk mahluk kecil yang baru lahir ke dunia ini.

Bayi -bayi prematur yang dipijat secara teratur setiap hari menunjukkan perkembangan fisik dan emosional yang lebih baik ketimbang bayi-bayi yang tidak dipijat. Selain itu berat badan bayi prematur yg dipijat akan mengalami peningkatan berat badan 20 hingga 40 persen dibandingkan yang tidak dipijat.

Dan hal ini telah dibuktikan oleh para ahli di Fakultas Kedokteran Universitas Miami pada tahun 1986. Dipimpin oleh Tiffany M Field PhD.
Selain itu, katanya, bayi-bayi yang dipijat selama lima hari saja, daya tahan tubuhnya akan mengalami peningkatan sebesar 40 persen dibanding bayi-bayi yang tidak dipijat.
Pijat bayi ternyata bukan hanya berpengaruh pada pertumbuhan fisik dan emosional bayi. Jika dilakukan oleh ayah misalnya, maka pijat bayi itu bisa meningkatkan produksi ASI (Air Susu Ibu) pada tubuh ibu dan disebut ”pemberdayaan ayah,” . Tapi bagaimana penjelasannya?

ketika seorang ayah berinisiatif memijat si bayi, hal itu akan menimbulkan perasaan positif pada istri. Inisiatif suami ini membuat istri merasa disayang, nyaman, dan perasaan positif lainnya. Dan perasaan seperti ini akan merangsang produksi hormon oksitosin. Untuk diketahui, hormon ini sangat berguna untuk memperlancar produksi ASI. Penelitian menunjukkan, 80 persen produksi hormon oksitosin dipengaruhi oleh kondisi psikis ibu.

Selain itu, pijat bayi akan membuat bayi cepat lapar. Makin banyak ASI disedot oleh bayi (menyusui), maka produksi ASI makin meningkat. Ini karena dalam proses produksi ASI berlaku hukum supply and demand. Artinya, makin banyak ASI dikeluarkan, makin banyak pula ASI diproduksi. Begitu pula sebaliknya.

Tata cara pemijatan
Mengingat manfaatnya yang tidak kecil, sudah sepantasnya para orangtua menerapkan terapi sentuhan ini pada bayi mereka. Bagaimana caranya, ikuti tips berikut ini.
Sebelum mulai memijat, lakukan beberapa langkah persiapan, yaitu:
* Mencuci tangan.
* Hindari kuku dan perhiasan yang bisa menggores kulit bayi.
* Ruang untuk memijat usahakan hangat dan tidak pengap.
* Bayi selesai makan atau tidak berada dalam keadaan lapar.
* Usahakan tidak diganggu dalam waktu lima belas menit untuk melakukan proses pemijatan.
* Baringkan bayi di atas kain rata yang lembut dan bersih.
* Ibu/ayah duduk dalam posisi nyaman.
* Sebelum memijat, mintalah izin kepada bayi dengan cara membelai wajahnya sambil mengajak bicara.

Setelah melakukan persiapan itu, pemijatan bisa dimulai. Berikut ini contoh cara memijat beberapa bagian tubuh bayi:

* Pijat kaki
Mulailah dengan memegang kaki bayi pada pangkal paha seperti cara memegang pemukul softball. Gerakkan tangan ke bawah secara bergantian seperti memerah susu dan putar.
Pegang pangkal paha dengan tangan secara bersamaan memeras dan memutar kaki bayi dengan lembut dari pangkal paha ke arah mata kaki. Kemudian, telapak kaki diurut dengan dua ibu jari secara bergantian mulai dari tumit ke seluruh telapak kaki. Pijat jari kaki satu-persatu dengan memutar menjauhi telapak, diakhiri tarikan lembut di tiap ujung jari. Lalu, peras dan putar pergelangan kaki dengan ibu jari dan jari lain. Usap kaki bayi dengan tekanan lembut dari pangkal paha hingga akhir.

* Perut bayi
Pijat perut bayi dari atas ke bawah seperti gerakan mengayuh sepeda. Pijat perut mulai bagian kiri atas ke bawah dengan jari-jari tangan membentuk huruf I lalu L terbalik.

* Pijat dada
Buat gerakan ke atas sampai dengan bawah leher lalu ke samping kiri-kanan di atas tulang selangka membentuk gambar jantung lalu kembali ke ulu hati. Gerakan diagonal di dada (huruf X) dari kiri ke kanan.

* Pijat lengan bayi
Peras dan putar dengan kedua tangan dengan lembut mulai dari pundak ke pergelangan tangan. Pijat telapak tangan dengan ibu jari mulai telapak hingga jari-jari. Usap punggung tangan dari arah pergelangan ke jari-jari dengan lembut. Peras sekeliling pergelangan tangan dengan ibu jari dan telunjuk.

* Pijat muka
Letakkan ibu jari diantara alis mata si bayi. Pijat dengan ibu jari secara lembut pada alis dan di atas kelopak mata. Pijat dari pertengahan alis turun ke bawah melalui samping lipatan hidung.

* Pijat punggung
Tengkurapkan melintang. Pijat punggung dengan gerakan maju mundur sepanjang punggung mulai dari pantat hingga leher. Buat gerakan melingkar dengan jari-jari mulai batas punggung sampai dengan pantat

Sumber : Dari berbagai sumber

FATHIYATUR ROHMAH
NIM: 090104004

Fish Spa

Januari 9, 2010

Informasi tentang Garra rufa

Selama ratusan tahun, dibagian utara dan tengah daerah timur tengah khusunya Turkey, Syria, Iran, dan Irak di berkahi dengan ikan yang bernama garra rufa. Ikan tersebut memiliki kemampuan penyembuhan secara alami. Di Kangal, Turkey di mana masyarakat menemukan ikan ini mampu menyembuhkan luka pada kulit. Sehingga Kangal menjadi tempat kesehatan yang terkenal. Kemampuan ikan ini juga tergolong unik.
Garra rufa adalah ikan yang hidup di air tawar. Masa hidupnya mencapai 4-6 tahun dan mampu tumbuh mencapai 9-12 cm. Habitat asli di air hangat, di mana ikan ini mampu bertahan di 0-43 derajat Celcius. Ikan ini memakan sel kulit mati dan problematika pada area kulit. Selain itu cairan enzim yang dikeluarkannya mampu mempercepat pertumbuhan sel-sel kulit baru yang sehat dan halus.

Terapi Spa Ikan

Merawat kaki anda yg lelah dg paket spa ikan selama 30 menit dengan terapi penyegarannya, dengan cara mencelupkan kaki ke dalam kolam ikan Garra rufa, dan biarkan ikan tersebut bekerja membersihkan kaki anda, serta mengankat sel kulit mati, sehingga tergantikan dengan tumbuhnya sel yang baru yang lebih halus dan sehat

Manfaat Spa Ikan

– Melepaskan ketegangan yang bisa mengurangi stres(relaksasi).
– Stimulasi titik akupuntur dan merangsang system saraf menjadi lebih aktif dan lebih rileks.
– Efek micro massage melancarkan peredaran darah, mengangkat sel kulit mati, merangsang pertumbuhan kulit baru yang lebih halus dan sehat.

Selamat mencoba . . .

Fathiyatur Rohmah
NIM: 090104004

EMBRIOLOGI

Januari 9, 2010

Embriologi adalah cabang ilmu yang mempelajari perkembangan embrio dalam rahim ibu. Hingga akhir-akhir ini, para ahli embriologi beranggapan bahwa tulang dan otot dalam embrio terbentuk secara bersamaan. Karenanya, sejak lama banyak orang yang menyatakan bahwa ayat ini bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Namun, penelitian canggih dengan mikroskop yang dilakukan dengan menggunakan perkembangan teknologi baru telah mengungkap bahwa pernyataan Al Qur”an adalah benar kata demi katanya. Penelitian di tingkat mikroskopis ini menunjukkan bahwa perkembangan dalam rahim ibu terjadi dengan cara persis seperti yang digambarkan dalam ayat tersebut. Pertama, jaringan tulang rawan embrio mulai mengeras. Kemudian sel-sel otot yang terpilih dari jaringan di
sekitar tulang-tulang bergabung dan membungkus tulang-tulang ini. Peristiwa ini digambarkan dalam sebuah terbitan ilmiah dengan kalimat berikut:
Dalam minggu ketujuh, rangka mulai tersebar ke seluruh tubuh dan tulang-tulang mencapai bentuknya yang kita kenal. Pada akhir minggu ketujuh dan selama minggu kedelapan, otot-otot menempati
posisinya di sekeliling bentukan tulang. (Moore, Developing Human, 6. edition,1998.) Singkatnya, tahap-tahap pembentukan manusia sebagaimana digambarkan dalam Al Qur”an, benar-benar sesuai dengan penemuan embriologi modern.
Tiga Tahapan Bayi Dalam Rahim
Dalam ayat ke-6 surat Az Zumar, disebutkan bahwa manusia diciptakan dalam rahim ibu dalam tiga kegelapan. Embriologi modern telah mengungkap bahwa perkembangan ebriologi bayi terjadi pada tiga daerah yang berbeda dalam rahim ibu. Dalam Al Qur”an dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya. “… Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian
dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (Al Qur”an, 39:6) Sebagaimana yang akan dipahami, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa seorang manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan yang berbeda. Sungguh, biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam rahim ibu. Sekarang, di semua buku pelajaran embriologi yang dipakai di berbagai fakultas kedokteran, hal ini dijadikan sebagai pengetahuan dasar. Misalnya, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut:
“Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu
pertama, embrionik; sampai akhir minggu ke delapan, dan janin; dari minggu ke delapan
sampai kelahiran.” (Williams P., Basic Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.)
Keajaiban AlQuran
Endang Koni Suryanigsih (090104005)

Stres Dalam Pekerjaan

Januari 9, 2010

DipOSting oleh:fIKA AULIA
090104026

Stres dalam pekerjaan merupakan salah satu gangguan potensial yang akan berdampak pada kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) dan akan berpengaruh kepada kegiatan operasional perusahaan secara keseluruhan. Beberapa hal yang dapat menjadi pencetus terjadinya stres antara lain :

1. Pekerjaan, pekerjaan dapat memicu terjadinya stres misalnya pekerjaan yang terlalu banyak, pekerjaan yang sedikit, keharusan menyelesaikan pekerjaan dalam waktu terbatas (deadline) ataupun kebosanan dalam pekerjaan.

2. Keluarga, masalah keluarga yang tidak terselesaikan secara tidak langsung sedikit banyaknya akan berpengaruh terhadap kondisi karyawan dalam bekerja.

3. Rekan kerja dan lingkungan sekitar, penolakan atau bahkan permusuhan dari rekan sejawat dapat memicu stres bagi karyawan, mengingat kehadirannya tidak dapat diterima oleh lingkungannya.

4. Diri sendiri, kemampuan mengontrol diri dan daya tahan diri terhadap tekanan sangat berpengaruh terhadap tingkat stres yang dialami seseorang. Dalam tingkat stress yang tinggi seseorang tidak dapat berpikir jernih dan merasa tidak dapat berbuat apa-apa terhadap tekanan yang ada.

Stres bukan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Beberapa kiat yang ditawarkan dalam menghadapi stres antara lain:

1. Berpikir positif, dengan selalu berpikir positif setiap tekanan dalam pekerjaan akan dihadapi dengan optimistik bukan pesimistik.

2. Relaksasi, dengan relaksasi pikiran dan hati akan lebih rileks dalam menghadapi tekanan, berjalan di sekitar kantor, menarik nafas dalam-dalam, mendengarkan musik atau bahkan bercanda dengan rekan kerja merupakan relaksasi yang bisa dilakukan setiap saat tanpa harus memakan waktu kerja.

3. Keseimbangan antara urusan rumah dan urusan pekerjaan, dengan menjaga keseimbangan problema rumah tangga dan problema pekerjaan maka seseorang berpeluang menurunkan tekanan pada dirinya seseorang. Hal ini dapat dibantu dengan selalu bersikap obyektif dalam menghadapi dan memilah kedua urusan tersebut. Seseorang yang mencampuradukkan urusan rumah tangga dan urusan kantor akan sulit untuk mengurangi tekanan yang timbul pada dirinya.

4. Manajemen waktu, dengan mengalokasikan waktu kerja dan menetapkan skala priotiitas diharapkan dapat mengurangi tekanan pekerjaan terutama saat volume pekerjaan banyak dan sedang ada deadline.

5. Pengambilan jarak terhadap emosi, bersikap emosi adalah hal yang manusiawi namun emosi haruslah proposional. Dalam keadaan tertekan seseorang mudah mengumbar emosi, hal inilah yang sepatutnya dihindari.

Tips Persiapan Kehamilan

Januari 9, 2010

Tips Persiapan Kehamilan

Jika Anda sedang merencanakan untuk segera menimang si buah hati berikut beberapa tips untuk dilakukan agar kehamilan berjalan lancar dan si kecil pun sehat:

1. Berat badan ideal
Pastikan berat badan Anda sudah ideal, untuk mengukurnya gunakan indeks masa tubuh dengan rumusan berat badan dalam kilogram dibagi kuadrat dari tinggi badan dalam meter. Disebut ideal jika angkanya antara 20-25. Tubuh yang terlalu kurus akan berpengaruh pada produksi sel telur setiap bulannya. Sementara lemak yang berlebihan karena kegemukan juga sama tak baiknya karena bisa mengganggu kehamilan dan janin.

2. Cek kesehatan
Gangguan tiroid, anemia, kekurangan zat besi, tekanan darah tinggi, diabetes, dan infeksi vagina, adalah sederet penyakit yang bisa mengganggu kehamilan. Periksakan kesehatan Anda untuk memastikan tubuh Anda dan pasangan sehat.

3. Pengaruh obat
Beberapa jenis obat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi selama kehamilan. Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan, konsultasikan hal ini dengan dokter.

4. Mulai minum vitamin
Beberapa jenis suplemen yang berguna mendukung kesehatan janin di antaranya asam folat, suplemen zat besi untuk meningkatkan kadar mineral penting dalam tubuh, serta asam lemak omega-3.

5. Stop bad habits
Hentikan semua kebiasaan buruk Anda; merokok, minuman beralkohol, dan kafein. Rokok menyebabkan bayi lahir dengan berat kurang, selain tentu juga merusak paru-paru. Nekat minum alkohol bisa menyebabkan gangguan tumbuh kembang janin, sedangkan kafein bisa meningkatkan risiko keguguran.

6. Mulai olahraga
Mulailah melakukan olahraga sejak sekarang karena selama hamil 9 bulan tubuh Anda harus bekerja lebih keras untuk menjamin kesejahteraan janin di kandungan.

Toxoplasmosis Sebabkan Keguguran

Januari 9, 2010

Toxoplasmosis adalah salah satu jenis penyakit yang disebabkan oleh toxoplasma gondii. Parasit ini merupakan golongan protozoa yang hidup di alam dan bersifat obligat. Akibat dari toxoplasmosis bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh, ensefalitis, khoriorefinitis maupun pneumonia.
Gejala klinis dari toxoplasmosis antara lain demam, kemerahan di kulit, pembesaran hati, limpa, pembesaran limfadenopati, ikterik, trombositopenia, kelelahan, kelemahan otot, nyeri tenggorok, limfonodi, hingga gejala neurologi.
Dari segi kesehatan manusia, parasit ini bisa berakibat fatal, khususnya ibu hamil dan anak – anak. Diperkirakan 30 – 50% populasi manusia di dunia ini telah terinfeksi toxoplasma dan secara klinik mengandung kista walaupun tidak jelas dan lebih dari 1000 bayi yang lahir terinfeksi toxoplasma. Toxoplasma gondii pertama kali ditemukan pada limpa dan hati hewan pengerat.
Toxoplasmosis mempunyai karakteristik bersifat obligat intraseluler, siklus hidup kompleks. Genus toxoplasma hanya terdiri dari satu spesies yaitu toxoplasma gondii. Parasit ini mempunyai sifat yang bisa menginfeksi inang atau makhluk hidup berdarah panas, seperti manusia dan burung.
Inang perantara yang dapat terinfeksi parasit ini dengan jalan menelan okista yang infektif yang ada dalam feses kucing (inang definitif), kista yang mengkontaminasi daging, khususnya daging babi dan kambing, ataupun melalui placenta pada wanita hamil.
Wanita hamil (40%) yang mengidap toxoplasmosis pada permulaan awal kehamilan janin yang dilahirkan akan terinfeksi. Sedangkan apabila wanita hamil terinfeksi pada trimester pertama kehamilan, maka 15% janin akan terinfeksi dan menyebabkan abortus/keguguran atau kelahiran prematur.
Walaupun 90% bayi yang terinfeksi lahir dengan normal, tetapi 80 – 90% bayi tersebut akan menderita gangguan penglihatan setelah beberapa bulan atau beberapa tahun, serta 10% akan mengalami gangguan pendengaran.
Oleh karena itu, perlu pencegahan dini. Cara pencegahan bisa dilakukan dengan mengkonsumsi daging yang sudah dimasak, mencuci sayuran dan buah – buahan, mencuci tangan setelah memegang daging mentah, menggunakan sarung tangan saat berkebun, menghindari kucing yang sakit, serta membiasakan pola hidup bersih dan sehat.

TRI BUDI RAHAYU
090104042