SKOLIOSIS

Bertahun-tahun yang lalu, Bapak Ilmu Kedokteran, Hippocrates, menggunakan istilah skoliosis bagi lengkungan tulang belakang dan mencoba mengobati penderitanya dengan alat penopang atau penyangga. Sekarang, orang masih tetap menggunakan istilah skoliosis namun dengan pengertian yang berbeda, yaitu sebagai lengkungan ke samping dalam tulang belakang. Umumnya, tanda-tanda skoliosis yang bisa diperhatikan yaitu tulang bahu yang berbeda, tulang belikat yang menonjol, lengkungan tulang belakang yang nyata, panggul yang miring, perbedaan ruang antara lengan dan tubuh.
—————————

ISTILAH skoliosis kini bermakna sebagai lengkungan ke samping dalam tulang belakang. Hal ini untuk membedakan bentuk lengkungan tulang belakang yang memang ke arah depan dan belakang. Cara pengobatannya pun kini lebih bervariasi. Dalam tingkat yang masih ringan, skoliosis seringkali tidak menimbulkan masalah, namun bila lengkungan ke samping itu terlalu parah, akan menyebabkan cacat bentuk tulang belakang yang cukup berat dan bisa mengganggu fungsi tubuh lainnya seperti jantung dan paru-paru.
Pada skoliosis, pembengkakan terjadi karena berbagai sebab. Misalnya, karena sikap tubuh salah yang terus menerus pada saat bekerja. Atau bisa seseorang berjalan miring demi mencegah rasa sakit. Misalnya, sebagai akibat kelumpuhan atau luka karena kecelakaan.
Kelainan bentuk samping tulang belakang pada skoliosis disebabkan oleh gangguan pada tulang kaki, pinggul atau tulang belakang. Bisa juga akibat penyakit tulang tertentu seperti rachitis. Kelumpuhan atau rasa sakit pada beberapa otot tulang belakang akan mempengaruhi letak kedudukannya. Tapi, beberapa orang yang bahunya miring belum tentu karena skoliosis, melainkan sekadar kebiasaan saja.
Secara umum, skoliosis dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu reversibel (dapat kembali) dan nonreversibel (tak dapat kembali). Skoliosis reversibel bisa disebabkan oleh sikap tubuh yang buruk, rasa sakit dan kejang otot di sekitar saraf tulang belakang, rasa sakit akibat peradangan dan kanker tulang belakang. Infeksi saluran pencernaan seperti usus buntu atau infeksi di sekitar ginjal juga dapat menimbulkan skoliosis reversibel. Penyebab lainnya adalah panjang tungkai yang berbeda.
Dari seluruh kasus skoliosis, 85% di antaranya berupa nonreversibel yang penyebabnya tidak dapat dideteksi. Jenis ini terbagi lagi dalam tiga kelompok yaitu jenis infantil yang muncul pada bayi sejak lahir hingga usia 3 tahun, jenis juvenil pada anak usia 4-9 tahun, dan jenis adolesen pada remaja usia 10 tahun hingga akhir masa pertumbuhan.
Skoliosis yang disebabkan oleh kelainan bentuk tulang bisa bersifat bawaan, misalnya bentuk tulang belakang yang tidak normal atau bisa juga merupakan bentuk yang didapat, misalnya karena patah atau bergesernya tulang belakang. Selain itu, skoliosis juga bisa disebabkan oleh kekurangan mineral atau kelainan pada dada.
Masalah pada saraf juga dapat menyebabkan timbulnya skoliosis. Misalnya, karena pembentukan urat saraf tulang belakang yang tidak normal dan terdapat benjolan di sepanjang perjalanan saraf. Penyebab lain misalnya penyakit saraf yang didapat seperti poliomielitis dan paraplegia — kelumpuhan pada seluruh bagian tubuh termasuk kedua tungkai bawah. Skoliosis kadang-kadang juga disebabkan pembentukan otot yang tidak normal.
Semua jenis skoliosis nonreversibel bisa berakibat serius bila tidak diperhatikan. Untuk itu, diperlukan perawatan khusus oleh dokter ahli bedah tulang.

Gejala dan Perawatan
Yang terpenting untuk diperhatikan mengenai skoliosis adalah bahwa keluhan tersebut akan semakin berat seiring dengan berjalannya pertumbuhan tulang. Makin besar tulang belakang melengkung menyebabkan gangguan pertumbuhan pada tulang rusuk maupun tulang belakang. Ketidaklurusan tulang belakang ini akhirnya akan menyebabkan nyeri persendian di daerah tulang belakang pada usia dewasa dan kelainan bentuk dada yang dapat mengganggu fungsi jantung dan paru-paru, sehingga mempercepat kematian.
Skoliosis dengan penyebab yang tidak diketahui timbul secara perlahan-lahan tanpa adanya rasa sakit. Jika terdapat rasa sakit pada remaja yang sedang mengalami perkembangan skoliosis, segeralah memeriksakannya ke dokter untuk mengidentifikasi penyebabnya. Pada tahap perkembangan dini, skoliosis terlihat berupa perubahan kecil pada penampakan jasmani. Misalnya, Anda bisa mengamati salah satu bahu yang tampak lebih tinggi atau tulang belikat yang satu tampak lebih menonjol dibandingkan dengan yang lain.
Umumnya, tanda-tanda skoliosis yang bisa diperhatikan yaitu tulang bahu yang berbeda, tulang belikat yang menonjol, lengkungan tulang belakang yang nyata, panggul yang miring, perbedaan ruang antara lengan dan tubuh. Pemeriksaan lain yang sangat membantu dalam menangani skoliosis ini adalah foto rontgen tulang belakang. Dari foto rontgen dapat diukur derajat banyaknya lengkungan yang tidak normal.
Selama itu, salah satu cara terbaru untuk mengawasi perkembangan skoliosis adalah dengan topografi Moire, yaitu suatu pemotretan khusus yang memungkinkan pengamatan tentang perbedaan pada permukaan tubuh tanpa menimbulkan risiko.
Cacat bentuk pada skoliosis bertambah sesuai dengan pertumbuhan badan. Karenanya, faktor terpenting dalam menilai kemungkinan hasil akhir skoliosis adalah jumlah pertumbuhan yang tersisa. Makin berat lengkungan, besar kemungkinan untuk bertambah parah. Hal ini berarti bahwa lengkungan ringan yang dijumpai pada seorang anak perempuan berusia 14 tahun mungkin tak akan banyak bertambah, sedangkan derajat kelengkungan sama yang dijumpai pada seorang anak perempuan berusia 10 tahun hampir pasti akan meningkat, terutama pada periode pertumbuhan.
Lengkungan skoliosis antara 20-40% pada anak yang belum dewasa merupakan indikasi perlunya pengobatan dengan alat penopang. Namun, bila kurang dari 20%, sepertinya belum perlu pengobatan khusus. Lengkungan di daerah dada yang besarnya lebih dari 60% lambat sembuh, karena fungsi jantung dan paru-paru terganggu. Karena itu, pada lengkungan besar diperlukan pengobatan dengan jalan operasi.
Pengobatan lainnya yang dilakukan tanpa operasi antara lain latihan jasmani yang dirancang khusus untuk mencegah terjadinya kelainan yang lebih berat. Hasilnya akan lebih efektif jika dikombinasikan dengan pemakaian semacam alat penopang. Alat penopang memberi antara tarikan dan penekanan samping pada lengkungan tulang belakang. Walaupun cara ini tidak memperbaiki lengkungan yang ada, tapi pada banyak kasus dapat mencegah kerusakan lebih lanjut selama masa pertumbuhan anak.
Perawatan dan penanganan skoliosis memerlukan pengawasan dan pengobatan dalam bentuk yang cukup lama, menemukan kelainan secara dini dan mengobatinya dengan segera akan mencegah berlanjutnya cacat bentuk akibat skoliosis.

090104010/wahidah sukriani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: