Mikroteaching

Pengertian Mikroteaching

Mikroteaching ini tiada lain suatu kegiatan latihan belajar mengajar dalam situasi laboratoris. dalam kegiatan ini mahasiswa/siswa calon guru selama berlatih praktik mengajar, bentuk penampilan dan ketrampilannya selalu dimonitor dan dalam keadaan terkontrol oleh para supervisor. Dengan demikian, proses tersebut dapat diatur menurut kebutuhan serta disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai. Semua ini dalam ukuran mikro atau mini. Oleh karena itu, mikroteaching sering diartikan sebagai “mengajar dalam bentuk mini”.

Mikroteaching sesungguhnya juga merupakan real teaching bagi calon guru tetapi dilatihkan dalam kelas laboratori bukan di depan real class room, sehingga kegiatan itu bukan lagi real class room teaching. Jadi microteaching dilakukan didalam kelas laboratori, dalam wujudnya yang mikro dan dimaksudkan untuk melatih, membekali serta memperbaiki ketrampilan mahasiswa/siswa calon guru. hal ini dilakukan sebelum calon guru ini terjun kedalam praktik mengajar dalam arti real class room teaching.

Mikroteaching memiliki ciri-ciri pokok yakni: jumlah subjek belajar sedikit, berkisar 5-10 orang, waktu mengajar terbatas sekitar 10 menit, bahan yang dikontakkan terbatas, juga komponen mengajar yang dikembangkan terbatas. Perbedaan mikroteaching dan teaching adalah sebagai berikut:

Mikroteaching: Dilaksanakan dalam kelas laboratorium. Sekadar real teaching. Siswa 5-10 orang. Wktu sekitar 10 menit. Bahan terbatas. Keterampilan yang dilatihkan meliputi semua teaching skill dan terintegrasi, namun dalam proporsi yang terbatas dan dapat dilatihkan secara terpisah tiap-tiap komponen. Dibutuhkan alat-alat laboratori agar dapat diperoleh suatu feed back yang objektif.

Teaching: Dilaksanakan dalam real class room. Merupakan real class room teaching. Siswa 30-40 orang. Wktu sekitar 45 menit. Bahan luas. Keterampilan yang didemontrasikan meliputi semua teaching skill dan terintegrasi. Tidak dilengkapi dengan alat-alat laboratori.

Dengan demikian dalam microteaching benar-benar serba mikro. Satu kelebihan microteaching itu dilengkapi dengan alat-alat laboratori (hardware) yang dapat mendeteksi kegiatan praktikan yang kemudianĀ  akan memberikan feed back atau umpan balik secara objektif, sehingga segera dapat dilakukan perbaikan-perbaikan. Jadi dalam microteaching mengutamakn adanya diagnosis terhadap kelebihan dan kekurangan mahasiswa/siswa dalam praktik mengajar. Pada saat itu juga calon guru dapat mengetahui kekurangan dan kelebihannya. Semaksimal mungkin kekurangan-kekurangan yang ada diperbaiki, sedang yang sudah baik diupayakan bagaimana mengemangkannya. Dalam kaitan ini, mak peranan pengamat atau supervisor menjadi semakin penting artinya. Untuk dapat mendiagnosis secara objektif, pengamatan akan lebih cermat bila dilakukan oleh lebih dari satu orang supervisor. Sebagai contoh yang bertindak sebagai supervisor itu adalah dosen metodologi dan bidang studi dari bidang pendidikan dan mata kuliah yang bersangkutan. Sebab keduanyalah yang benar-benar menguasi mengenai fakta, konsep, nilai dan hakikat dari ilmu yang dikontakkan kepada subjek belajar. Disamping itu masih diperlukan supervisor lain yang memberikan masukan mengenai taktik, teknik dan strategi penampilan di dalam kelas.

Model dan mekanisme semacam itu baik untuk dikembangkan, sebab justru dalam forum itu juga dapat dimanfaatkan sebagai media untuk saling bertukar pikiran antara praktikan (yang mungkin secara tidak sadar telah melakukan kekurangan-kekurangan) dengan para supervisor yang sedang mendiagnosis dan atau antarpraktikan sendiri. Dengan melalui tukar pikiran itu, maka didapat berbagai alternatif untuk mengatasi beberapa kekurangan yang telah dilakukan oleh praktikan.

andesia m.as/090104061

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: