Pah….Gantian Donk ?!

Selama ini Kontrasepsi seolah-olah hanyalah urusan wanita saja, padahal kenyataannya tidak seperti itu. Dan selama ini alat-alat Kontrasepsi sebagian besar diperuntukkan ibu-ibu, seperti pil, suntik, implant, IUD, dll. Metode alat Kontrasepsi pria sangat sedikit. Kebanyakan yang beredar adalah kondom. Itupun masih saja baru beberapa pria yang mau menggunakannya.
Secara umum angka kesertaan KB pria masih relatif rendah. Angka pemakaian suatu cara Kontrasepsi pria tercatat 5 persen, yang meliputi pemakaian suatu cara kontrasepsi modern 2 persen, dan suatu cara Kontrasepsi tradisional 3 persen. Angka kesertaan dengan menggunakan suatu alat/cara kontrasepsi modern terdiri dari pemakaian cara Kontrasepsi sterilisasi pria 0,5 persen dan pemakaian kondom 1 persen. Pemakaian cara kontrasepsi tradisional, meliputi pemakaian cara kontrasepsi pantang berkala 1,9 persen dan pemakaian metode sanggama terputus 1,5 persen. Bila dibandingkan dengan angka kesertaan pria menurut pengakuan wanita menunjukkan kecenderungan sama, namun dengan persentase sedikit lebih rendah.
Pemakaian alat/cara kontrasepsi pria lebih banyak terjadi pada pria yang tinggal perkotaan, pria yang bekerja, mempunyai anak relatif banyak, serta pada pria dengan tingkat sosial ekonomi relatif tinggi. Hal-Hal Berkaitan Dengan Pemakaian Kondom Di antara pria yang pernah mendengar dan pernah memakai kondom, hanya 12 persen yang selalu menggunakan kondom, dan 31 persen mengaku kadang-kadang memakai kondom ketika berhubungan intim. Sementara itu sebagian besar pria sama sekali tidak menggunakan kondom pada saat-saat serupa.
Permasalahan dalam pemakaian kondom ditanyakan pada pria yang pernah mendengar kondom, pernah pakai kondom, serta selalu atau kadang-kadang memakai kondom pada setiap berhubungan seksual. Sebagian besar (64 persen) pria melaporkan bahwa mereka tidak menemui permasalahan berkaitan dengan pemakaian kondom. Masalah yang dominan dikemukakan pria adalah kondom mengurangi kenyamanan dalam berhubungan seksual.
Masyarakat secara umum mampu menjangkau harga kondom. Secara rinci harga kondom per biji yang dilaporkan pria tercatat Rp 1058,3 di sumber pelayanan kontrasepsi pemerintah, Rp 1206,4 di tempat pelayanan kontrasepsi swasta, serta yang paling murah Rp 742,- pada jalur masyarakat.

Secara umum sumber pelayanan kondom yang paling dominan dikenal pria adalah puskesmas (44 persen), berikutnya adalah apotik (33 persen), bidan praktek swasta (29 persen), dokter praktek (19 persen), bidan di desa (15 persen), serta rumah sakit pemerintah (13 persen).

Pria sebagian besar berpendapat bahwa penggunaan kondom dapat melindungi pria dari penyakit (55 persen), pemakaian kondom akan mengurangi kenikmatan dalam berhubungan intim (37 persen), serta kondom tidak nyaman dipakai (35 persen). Di antara seluruh pria kawin, pria yang melaporkan pernah melakukan hubungan seksual dengan memberi imbalan tercatat relatif rendah, yaitu kurang dari 1 persen, sementara itu mereka yang melakukannya dalam waktu 12 bulan terakhir tercatat 0,1 persen. Pemakaian kondom terlihat cukup disiplin yaitu 0,1 persen selama kurun waktu tersebut.

nah untuk itu, ayo donk bapak-bapak…gentian….biar ibu-ibu istirahat.

Nama : Kharisah Diniyah / 090104064

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: