SATUAN ACARA PEMBELAJARAN ( S A P ) IDENTITAS MATA KULIAH Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan IVB (Patologi Kebidanan) Kode Mata Kuliah : BDR4314 Beban Studi : 3 SKS ( T; 1 P; 2 ) Program studi : DIII Kebidanan STIKES AISYIYAH YK Semester : IV (empat) Pokok Bahasan : Komplikasi dalam persalinan Sub Pokok Bahasan : Kala I dan kala II persalinan Waktu pertemuan : 2 x 50 menit Pertemuan ke : 1 Hari, tanggal : hari …………….tgl…………..2009 Dosen Pengampu : Sutarni Djufri A. TUJUAN PEMBELAJARAN Tujuan Instruksional Umum Setelah menyelesaikan perkuliahan ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan komplikasi dalam persalinan Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa mampu : a. Menjelaskan mengenai pengertian komplikasi kala I dan kala II persalinan b. Menerangkan penyebab komplikasi persalinan c. Mengidentifikasi gejala komplikasi persalinan d. Menjelaskan mekanisme persalinan e. Mejelaskan penanganan persalinan f. Menyebutkan macam-macam komplikasi persalinan g. Menjelaskan distosia B. POKOK-POKOK MATERI 1. Pengertian komplikasi persalinan kala I dan kala II 2. Konsep dasar kelainan presentasi dan posisi 3. Konsep dasar distosia kelainan tenaga 4. Distosia kelainan alat kandungan 5. Distosia kelainan janin 6. Distosia kelainan jalan lahir C. KEGIATAN BELAJAR – MENGAJAR Tahap/ Waktu Kegiatan pengajar Kegiatan mahasiswa Media & alat Metode Pendahuluan 10 menit Penyajian 75 menit Penutup 15 menit Penutup 15 menit 1. Memberikan salam pembuka dan memperkenalkan diri 2. Menginformasikan materi yang akan disampaikan 3. Menjelaskan tujuan yang ingin dicapai pada akhir perkuliahan ini 4. Menjelaskan manfaat dan relevansi pokok bahasan ini dengan profesi Kebidanan 5. Melakukan apersepsi mengenai komplikasi persalinan 6. Menerangkan tentang penyulit kala I dan kala II dalam persalinan 7. Menanyakan kepada mahasiswa tentang penyulit kala I dan kala II dalam persalinan a. Menuliskan jawaban mahasiswa di papan tulis b. Mengklarifikasi jawaban mahasiswa c. Menjelaskan kepada mahasiswa tentang penyulit kala I dan kala II dalam persalinan 8. Menjelaskan konsep dasar kelainan presentasi dan posisi a. Meminta mahasiswa untuk berdiskusi dengan teman di sebelahnya tentang konsep dasar kelainan presentasi dan posisi b. Meminta mahasiswa untuk menyampaikan hasil diskusinya c. Menjelaskan tentang konsep dasar kelainan presentasi dan posisi 9. Menjelaskan konsep dasar distosia kelainan tenaga a. Meminta mahasiswa untuk berdiskusi dengan teman di sebelahnya tentang konsep dasar distosia kelainan tenaga b. Meminta mahasiswa untuk menyampaikan hasil diskusinya c. Menjelaskan tentang konsep dasar distosia kelainan tenaga 10. Menjelaskan distosia kelainan alat kandungan a. Meminta mahasiswa untuk berdiskusi dengan teman di sebelahnya tentang distosia kelainan alat kandungan b. Meminta mahasiswa untuk menyampaikan hasil diskusinya c. Menjelaskan tentang distosia kelainan alat kandungan 11. Menjelaskan distosia kelainan janin a. Meminta mahasiswa untuk berdiskusi dengan teman di sebelahnya tentang distosia kelainan janin b. Meminta mahasiswa untuk menyampaikan hasil diskusinya c. Menjelaskan tentang distosia kelainan janin 12. Menjelaskan distosia kelainan jalan lahir a. Meminta mahasiswa untuk berdiskusi dengan teman di sebelahnya tentang distosia kelainan jalan lahir b. Meminta mahasiswa untuk menyampaikan hasil diskusinya c. Menjelaskan tentang distosia kelainan jalan lahir 13. Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk bertanya tentang materi yang telah disampaikan 14. Memberi kesempatan pada mahasiswa lain untuk menjawab pertanyaan 15. Menjawab dan menjelaskan kembali tentang pertanyaan mahasiswa 16. Mengajukan beberapa pertanyaan mengenai materi yang telah diberikan untuk mengevaluasi mahasiswa 17. Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk menjawab pertanyaan 18. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan 19. Memberikan gambaran tentang materi yang akan datang 20. Memberikan tugas membaca. 21. Mengucapkan salam penutup Menjawab salam dan Memperhatikan Memperhatikan Memperhatikan – Memberi sumbang saran Menjawab pertanyaan Memberikan sumbang saran Memperhatikan Memperhatikan dan mencatat Berdiskusi dengan teman di sebelahnya Memberi sumbang saran Memperhatikan dan mencatat Berdiskusi dengan teman di sebelahnya Memberi sumbang saran Memperhatikan dan mencatat Berdiskusi dengan teman di sebelahnya Memberi sumbang saran Memperhatikan dan mencatat Berdiskusi dengan teman di sebelahnya Memberi sumbang saran Memperhatikan dan mencatat Berdiskusi dengan teman di sebelahnya Memberi sumbang saran Memperhatikan dan mencatat Mengajukan pertanyaan Menjawab pertanyaan Memperhatikan Memberikan sumbang saran Memberi jawaban Memperhatikan Memperhatikan Memperhatikan Menjawab salam LCD LCD Whiteboard dan spidol Whiteboard dan spidol LCD – White board, spidol LCD – – – – – Ceramah Ceramah Ceramah – Tanya jawab Ceramah Ceramah Diskusi Diskusi Ceramah Diskusi Diskusi Ceramah Diskusi Diskusi Ceramah Diskusi Diskusi Ceramah Diskusi Diskusi Ceramah Tanya jawab Tanya jawab Ceramah Tanya jawab Tanya jawab Ceramah Ceramah Ceramah D. Evaluasi Prosedur : Tes pada akhir perkuliahan Jenis : Lisan Bentuk : Tes Subjektif Alat : Tes Buatan Dosen E. Referensi Manuaba, IBG.1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan . Jakarta: EGC Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri Edisi 2. Jakarta: EGC Winkjosastro, Hanifa. 1999. Ilmu Kebidanan. Jakarta, YBPSP MATERI A. Pengertian konsep dasar penyulit kala I dan kala II persalinan Kala satu persalinan di mulai sejak terjadinya kontraksi uterus yang teratur dan meningkat (frekuensi dan kekuatannya) hingga serviks membuka lengkap (10 cm). Kala satu persalinan terdiri atag dua fase, yaitu fase laten dan fase aktif. Fase laten pada kala satu persalinan : – Dimulai sejak awal berkontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan serviks secara bertahap. – Berlangsung hingga serviks membuka kurang dari 4 cm – Pada umumnya, fase laten berlangsung hampir atau hingga 8 jam. Fase aktif pada kala satu persalinan : – frekuensi dan lama kontraksi uterus akan meningkat secara bertahap (kontraksi dianggap adekuat/memadai jika terjadi tiga kali atau lebih dalam waktu 10 menit, dan berlangsung selama 40 detik/lebih) – dari pembukaan 4 cm hingga mencapai pembukaan lengkap atau 10 cm, akan terjadi dengan kecepatan rata-rata 1 cm per jam (nulipara atau primigravida) atau lebih dari 1 cm hingga 2 cm (multipara) – terjadi penurunan bagian terbawah janin. Sedangkan kala dua persalinan dimulai ketika pembukaan serviks sudah lengkap (10 cm) dan berakhir dengan lahirnya bayi. Persalinan yang normal apabila ketiga faktor penting telah membuktikan kerja sama yang baik sehingga persalinan berlangsung spontan, aterm dan hidup. Keadaan demikian menunjukkan bahwa ketiga faktor penting power, passage, dan passanger telah bekerja sama dengan baik tanpa terdapat intervensi sehingga persalinan berjalan dengan mulus. Dapat pula ditambahkan faktor lainnya, seperti faktor kejiwaan penderita dan penolong tetapi kedua faktor tambahan tidak banyak berfungsi dalam menetukan jalannya persalinan. Dengan faktor power, passage dan passanger, kemungkinan besar terdapat kelainan yang mempengaruhi jalannya persalinan, sehingga memerlukan intervensi persalinan untuk mencapai well born baby dan well health mother. Persalinan yang memerlukan bantuan dari luar karena terjadi penyimpangan dari power, passage, passanger disebut persalinan distosia. B. Konsep dasar kelainan presentasi dan posisi 1. Presentasi puncak kepala Pada persalinan normal, kepala janin pada waktu melewati jalan lahir berada dalam keadaan fleksi. Presentasi puncak kepala atau disebut juga presentasi sinsiput, terjadi apabila derajat defleksinya ringan, sehingga ubun-ubun besar merupakan bagian terendah. Pada umumnya presentasi puncak kepalamerupakan kedudukan sementara, yang kemudian akan berubah menjadi presentasi belakang kepala, mekanisme persalinannya hampir sama dengan posisi oksipitalis posterior persistens, sehingga keduanya seringkali dikacaukan satu dengan yang lainnya. Perbedaannya ialah : pada presentasi puncak kepala tidak terjadi fleksi kepala yang maksimal, sedangkan lingkaran kepala yang melalui jalan lahir adalah sirkumferesia frontooksipitalis dengan titik perputaran yang berada di bawah simfisis ialah glabella. 2. Presentasi dahi Presentasi dahi ialah keadaan di mana kedudukan kepala berada di antara fleksi maksimal dan defleksi maksimal, sehingga dahi merupakan bagian terendah. Pada umumnya presentasi dahi ini merupakan kedudukan yang bersifat sementara, dan sebagian besar akan berubah menjadi presentasi muka atau presentasi belakang kepala. 3. Presentasi muka Presentasi muka ialah keadaan di mana kepala dalam kedudukan defleksi maksimal, sehingga oksiput tertekan pada punggung dan muka merupakan bagian terendah menghadap ke bawah. Presentasi muka dikatakan primer apabila sudah terjadi sejak masa kehamilan, dan dikatakan sekunder bila baru terjadi pada waktu persalinan. 4. Presentasi oksipitalis posterior persistens Pada persalinan presentasi belakang kepala, kepala janin turun melalui pintu atas panggul dengan sutura sagitalis melintang atau miring, sehingga ubun-ubun kecil dapat berada di kiri melintang, kanan melintang, kiri depan, kanan depan, kiri belakang, atau kanan belakang. Meskipun ubun-ubun kecil berada di kiri atau di kanan belakang pada umumnya tidak akan terjadi kesulitan perputarannya ke depan, yaitu bila kepala janin dalam keadaan fleksi dan panggul mempunyai bentuk serta ukuran normal. Dalam keadaan fleksi, bagian kepala yang pertama mencapai dasar panggul ialah oksiput. Oksiput akan memutar ke depan karena dasar panggul dengan muskulus levator aninya membentuk ruang yang lebih luas di depan,sehingga memberikan tempat yang lebih sesuai bagi oksiput. Dengan demikian keberadaan ubun-ubun kecil di belakang masih dapat dianggap sebagai variasi persalinan biasa. Pada kurang dari 10 % keadaan, kadang-kadang ubun-ubun kecil tidak berputar ke depan, sehingga tetap di belakang. Keadaan ini dinamakan posisi oksiput posterior persistens. C. Konsep dasar distosia kelainan tenaga Kelainan tenaga (kelainan his). His yang tidak normal dalam kekuatan atau sifatnya menyebabkan bahwa rintangan pada jalan lahir yang lazim terdapat pada setiap persalinan, tidak dapat di atasi, sehingga persalinan mengali hambatan atau kemacetan. Kelainan his antara lain adalah : 1. Inersia uteri (his hipotonik) his yang sifatnya lemah, pendek, dan jarang dari his normal yang terbagi menjadi : a. Inersia uteri primer Bila sejak semula kekuatannya sudah lemah b. Inersia uteri sekunder – his pernah cukup kuat – dapat ditegakkan dengan, melakukan evaluasi pada pembukaan, bagian terendah terdapat kaput, dan mungkin ketuban telah pecah. His yang lemah dapat menimbulkan bahaya terhadap ibu maupun janin sehingga memerlukan konsultasi atau merujuk penderita ke rumah sakit, puskesmas atau dokter spesialis. 2. Tetania uteri (his hipertonik) his yang terlalu kuat dan terlalu sering, sehingga tidak terdapat kesempatan relaksasi otot rahim. Akibat dari tetania uteri dapat terjadi : a. Persalinan presipitatus b. Tetania uteri menyebabkan asfiksia intrauterin sampai kematian janin dalam rahim. Inkoordinasi kontraksi otot rahim Keadaan inkoordinasi kontraksi otot rahim dapat menyebabkan sulithya kekuatan otot rahim untuk dapat menungkatkan pembukaan atau pengusiran janin dari dalam rahim D. Distosia kelainan alat kandungan Alat kandungan dapat pula menghalangi lancarnya persalinan. Alat kandungan di sini adalah kelainan serviks vulva, vagina, uterus/ serviks. 1. Vulva Kelainan yang bisa menyebabkan distosia ialah edema, stenosis dan tumor. 2. Vagina Kelainan vagina yang dapat mengganggu perjalanan persalinan : a. Vagina septum : transvaginal septum vagina b. Tumor pada vagina 3. Uterus/serviks Kelainan serviks antara lain : a. Serviks yang kaku b. Serviks gantung Osteum uteri eksternum terbuka lebar, namun osteum uteri internum tidak dapat terbuka c. Serviks konglumer Osteum uteri internum terbuka, namun osteum uteri eksternum tidak terbuka d. Edema serviks e. Serviks duplek karena kelainan kongenital E. Distosia kelainan janin Dalam kepustakaan tercatat ada janin yang dapat dilahirkan secara pervaginam tetapi meninggal seberat 11,3 kg (Belcher)dan 11 kg (Moss). Dan janin yang lahir dan hidup tercatat seberat 10,8 kg (Barnes)tetapi anak ini hanya hidup kira-kira 11 jam saja. 1. Pertumbuhan janin yang berlebihan (bayi besar) Janin besar adalah bila berat badan melebihi dari 4000 gram. Frekuensi bayi yang lahir dengan berat badan lebih dari 4000 gr adalah 5,3 % dan yang lebih dari 4500 gr adalah 0,4 %. Pernah dilaporkan berat bayi lahir pervaginam 10,8-11,3 kg. 2. Hidrosefalus Penimbunan cairan serebrospinal dalam ventrikel otak sehingga kepala menjadi besar serta ubun-ubun menjadi lebar.hidrosefalus memungkinkan terjadinya kepala tidak masuk pintu atas panggul pada panggul yang normal sedangkan his baik dan kepala teraba besar di atas panggul. 3. Anensefalus atau hemifalus : badan ada tetapi pembentukan otak dan tengkorak kepala tidak ada atau terkebelakang 4. Kembar siam yaitu penyatuan dua janin kembar 5. Gawat janin F. Distosia kelainan jalan lahir 1. Kesempitan pada pintu atas panggul Pintu atas panggul dianggap sempit apabila konjugata vera kurang dari 10 cm, atau diameter transversa kurang dari 12 cm. Oleh karena pada panggul sempit kemungkinan lebih besar bahwa kepala tertahan oleh pintu atas panggul, maka dalam hal ini serviks uteri kurang mengalami tekanan kepala. Hal ini dapat menyebabkan inersia uteri serta lambannya pendataran dan pembukaan serviks. 2. Kesempitan bidang tengah panggul Pada panggul tengah yang sempit, lebih sering ditemukan posisi okpitalis posterior persistens atau presentasi kepala dalam posisi lintang tetap. 3. Kesempitan pintu bawah panggul Apabila ukuran pintu bawah panggul lebih kecil daripada biasa, maka sudut arkus pubis mengecil pula. Dengan distansia tuberum bersama dengan diameter sagitalis posterior kurang dari 15 cm, timbul kemacetan pada kelahiran janin ukuran biasa. EVALUASI Pertanyaan Jelaskan pengertian persalinan distosia ! Jawab : Persalinan yang memerlukan bantuan dari luar karena terjadi penyimpangan dari power, passage, passanger disebut persalinan distosia Yogyakarta , 04 Desember 2009 Mengetahui /Menyetujui Mahasiswa Pembimbing MUFDLILAH, S.SiT, S.Pd, M.Sc SUTARNI DJUFRI NIM 090104050

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN
( S A P )

IDENTITAS MATA KULIAH
Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan IVB (Patologi Kebidanan)
Kode Mata Kuliah : BDR4314
Beban Studi : 3 SKS ( T; 1 P; 2 )
Program studi : DIII Kebidanan STIKES AISYIYAH YK
Semester : IV (empat)
Pokok Bahasan : Komplikasi dalam persalinan
Sub Pokok Bahasan : Kala I dan kala II persalinan
Waktu pertemuan : 2 x 50 menit
Pertemuan ke : 1
Hari, tanggal : hari …………….tgl…………..2009
Dosen Pengampu : Sutarni Djufri

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Instruksional Umum
Setelah menyelesaikan perkuliahan ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan komplikasi dalam persalinan

Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa mampu :
a. Menjelaskan mengenai pengertian komplikasi kala I dan kala II persalinan
b. Menerangkan penyebab komplikasi persalinan
c. Mengidentifikasi gejala komplikasi persalinan
d. Menjelaskan mekanisme persalinan
e. Mejelaskan penanganan persalinan
f. Menyebutkan macam-macam komplikasi persalinan
g. Menjelaskan distosia

B. POKOK-POKOK MATERI
1. Pengertian komplikasi persalinan kala I dan kala II
2. Konsep dasar kelainan presentasi dan posisi
3. Konsep dasar distosia kelainan tenaga
4. Distosia kelainan alat kandungan
5. Distosia kelainan janin
6. Distosia kelainan jalan lahir

C. KEGIATAN BELAJAR – MENGAJAR

Tahap/
Waktu Kegiatan pengajar Kegiatan mahasiswa Media & alat Metode
Pendahuluan
10 menit

Penyajian
75 menit

Penutup
15 menit

Penutup
15 menit 1. Memberikan salam pembuka dan memperkenalkan diri
2. Menginformasikan materi yang akan disampaikan
3. Menjelaskan tujuan yang ingin dicapai pada akhir perkuliahan ini
4. Menjelaskan manfaat dan relevansi pokok bahasan ini dengan profesi Kebidanan
5. Melakukan apersepsi mengenai komplikasi persalinan
6. Menerangkan tentang penyulit kala I dan kala II dalam persalinan
7. Menanyakan kepada mahasiswa tentang penyulit kala I dan kala II dalam persalinan
a. Menuliskan jawaban mahasiswa di papan tulis
b. Mengklarifikasi jawaban mahasiswa
c. Menjelaskan kepada mahasiswa tentang penyulit kala I dan kala II dalam persalinan
8. Menjelaskan konsep dasar kelainan presentasi dan posisi
a. Meminta mahasiswa untuk berdiskusi dengan teman di sebelahnya tentang konsep dasar kelainan presentasi dan posisi

b. Meminta mahasiswa untuk menyampaikan hasil diskusinya
c. Menjelaskan tentang konsep dasar kelainan presentasi dan posisi
9. Menjelaskan konsep dasar distosia kelainan tenaga
a. Meminta mahasiswa untuk berdiskusi dengan teman di sebelahnya tentang konsep dasar distosia kelainan tenaga
b. Meminta mahasiswa untuk menyampaikan hasil diskusinya
c. Menjelaskan tentang konsep dasar distosia kelainan tenaga
10. Menjelaskan distosia kelainan alat kandungan
a. Meminta mahasiswa untuk berdiskusi dengan teman di sebelahnya tentang distosia kelainan alat kandungan
b. Meminta mahasiswa untuk menyampaikan hasil diskusinya
c. Menjelaskan tentang distosia kelainan alat kandungan
11. Menjelaskan distosia kelainan janin
a. Meminta mahasiswa untuk berdiskusi dengan teman di sebelahnya tentang distosia kelainan janin
b. Meminta mahasiswa untuk menyampaikan hasil diskusinya
c. Menjelaskan tentang distosia kelainan janin
12. Menjelaskan distosia kelainan jalan lahir
a. Meminta mahasiswa untuk berdiskusi dengan teman di sebelahnya tentang distosia kelainan jalan lahir
b. Meminta mahasiswa untuk menyampaikan hasil diskusinya
c. Menjelaskan tentang distosia kelainan jalan lahir
13. Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk bertanya tentang materi yang telah disampaikan
14. Memberi kesempatan pada mahasiswa lain untuk menjawab pertanyaan
15. Menjawab dan menjelaskan kembali tentang pertanyaan mahasiswa
16. Mengajukan beberapa pertanyaan mengenai materi yang telah diberikan untuk mengevaluasi mahasiswa
17. Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk menjawab pertanyaan
18. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan
19. Memberikan gambaran tentang materi yang akan datang
20. Memberikan tugas membaca.
21. Mengucapkan salam penutup
Menjawab salam dan Memperhatikan
Memperhatikan
Memperhatikan


Memberi sumbang saran

Menjawab pertanyaan

Memberikan
sumbang saran
Memperhatikan
Memperhatikan dan mencatat

Berdiskusi dengan teman di sebelahnya

Memberi sumbang saran
Memperhatikan dan mencatat

Berdiskusi dengan teman di sebelahnya

Memberi sumbang saran

Memperhatikan dan mencatat

Berdiskusi dengan teman di sebelahnya

Memberi sumbang saran

Memperhatikan dan mencatat

Berdiskusi dengan teman di sebelahnya

Memberi sumbang saran

Memperhatikan dan mencatat

Berdiskusi dengan teman di sebelahnya

Memberi sumbang saran
Memperhatikan dan mencatat
Mengajukan pertanyaan

Menjawab pertanyaan
Memperhatikan

Memberikan sumbang saran
Memberi jawaban
Memperhatikan

Memperhatikan

Memperhatikan

Menjawab salam

LCD

LCD

Whiteboard dan spidol

Whiteboard dan spidol

LCD

White board, spidol
LCD


Ceramah

Ceramah
Ceramah

Tanya jawab

Ceramah

Ceramah

Diskusi

Diskusi

Ceramah

Diskusi

Diskusi

Ceramah

Diskusi

Diskusi

Ceramah

Diskusi

Diskusi

Ceramah

Diskusi

Diskusi

Ceramah

Tanya jawab

Tanya jawab
Ceramah
Tanya jawab

Tanya jawab

Ceramah

Ceramah
Ceramah

D. Evaluasi
Prosedur : Tes pada akhir perkuliahan
Jenis : Lisan
Bentuk : Tes Subjektif
Alat : Tes Buatan Dosen

E. Referensi
Manuaba, IBG.1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan . Jakarta: EGC
Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri Edisi 2. Jakarta: EGC
Winkjosastro, Hanifa. 1999. Ilmu Kebidanan. Jakarta, YBPSP

MATERI

A. Pengertian konsep dasar penyulit kala I dan kala II persalinan
Kala satu persalinan di mulai sejak terjadinya kontraksi uterus yang teratur dan meningkat (frekuensi dan kekuatannya) hingga serviks membuka lengkap (10 cm). Kala satu persalinan terdiri atag dua fase, yaitu fase laten dan fase aktif.
Fase laten pada kala satu persalinan :
– Dimulai sejak awal berkontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan serviks secara bertahap.
– Berlangsung hingga serviks membuka kurang dari 4 cm
– Pada umumnya, fase laten berlangsung hampir atau hingga 8 jam.
Fase aktif pada kala satu persalinan :
– frekuensi dan lama kontraksi uterus akan meningkat secara bertahap (kontraksi dianggap adekuat/memadai jika terjadi tiga kali atau lebih dalam waktu 10 menit, dan berlangsung selama 40 detik/lebih)
– dari pembukaan 4 cm hingga mencapai pembukaan lengkap atau 10 cm, akan terjadi dengan kecepatan rata-rata 1 cm per jam (nulipara atau primigravida) atau lebih dari 1 cm hingga 2 cm (multipara)
– terjadi penurunan bagian terbawah janin.
Sedangkan kala dua persalinan dimulai ketika pembukaan serviks sudah lengkap (10 cm) dan berakhir dengan lahirnya bayi.
Persalinan yang normal apabila ketiga faktor penting telah membuktikan kerja sama yang baik sehingga persalinan berlangsung spontan, aterm dan hidup. Keadaan demikian menunjukkan bahwa ketiga faktor penting power, passage, dan passanger telah bekerja sama dengan baik tanpa terdapat intervensi sehingga persalinan berjalan dengan mulus. Dapat pula ditambahkan faktor lainnya, seperti faktor kejiwaan penderita dan penolong tetapi kedua faktor tambahan tidak banyak berfungsi dalam menetukan jalannya persalinan.
Dengan faktor power, passage dan passanger, kemungkinan besar terdapat kelainan yang mempengaruhi jalannya persalinan, sehingga memerlukan intervensi persalinan untuk mencapai well born baby dan well health mother. Persalinan yang memerlukan bantuan dari luar karena terjadi penyimpangan dari power, passage, passanger disebut persalinan distosia.

B. Konsep dasar kelainan presentasi dan posisi
1. Presentasi puncak kepala
Pada persalinan normal, kepala janin pada waktu melewati jalan lahir berada dalam keadaan fleksi. Presentasi puncak kepala atau disebut juga presentasi sinsiput, terjadi apabila derajat defleksinya ringan, sehingga ubun-ubun besar merupakan bagian terendah. Pada umumnya presentasi puncak kepalamerupakan kedudukan sementara, yang kemudian akan berubah menjadi presentasi belakang kepala, mekanisme persalinannya hampir sama dengan posisi oksipitalis posterior persistens, sehingga keduanya seringkali dikacaukan satu dengan yang lainnya. Perbedaannya ialah : pada presentasi puncak kepala tidak terjadi fleksi kepala yang maksimal, sedangkan lingkaran kepala yang melalui jalan lahir adalah sirkumferesia frontooksipitalis dengan titik perputaran yang berada di bawah simfisis ialah glabella.
2. Presentasi dahi
Presentasi dahi ialah keadaan di mana kedudukan kepala berada di antara fleksi maksimal dan defleksi maksimal, sehingga dahi merupakan bagian terendah. Pada umumnya presentasi dahi ini merupakan kedudukan yang bersifat sementara, dan sebagian besar akan berubah menjadi presentasi muka atau presentasi belakang kepala.
3. Presentasi muka
Presentasi muka ialah keadaan di mana kepala dalam kedudukan defleksi maksimal, sehingga oksiput tertekan pada punggung dan muka merupakan bagian terendah menghadap ke bawah. Presentasi muka dikatakan primer apabila sudah terjadi sejak masa kehamilan, dan dikatakan sekunder bila baru terjadi pada waktu persalinan.
4. Presentasi oksipitalis posterior persistens
Pada persalinan presentasi belakang kepala, kepala janin turun melalui pintu atas panggul dengan sutura sagitalis melintang atau miring, sehingga ubun-ubun kecil dapat berada di kiri melintang, kanan melintang, kiri depan, kanan depan, kiri belakang, atau kanan belakang. Meskipun ubun-ubun kecil berada di kiri atau di kanan belakang pada umumnya tidak akan terjadi kesulitan perputarannya ke depan, yaitu bila kepala janin dalam keadaan fleksi dan panggul mempunyai bentuk serta ukuran normal. Dalam keadaan fleksi, bagian kepala yang pertama mencapai dasar panggul ialah oksiput. Oksiput akan memutar ke depan karena dasar panggul dengan muskulus levator aninya membentuk ruang yang lebih luas di depan,sehingga memberikan tempat yang lebih sesuai bagi oksiput. Dengan demikian keberadaan ubun-ubun kecil di belakang masih dapat dianggap sebagai variasi persalinan biasa. Pada kurang dari 10 % keadaan, kadang-kadang ubun-ubun kecil tidak berputar ke depan, sehingga tetap di belakang. Keadaan ini dinamakan posisi oksiput posterior persistens.
C. Konsep dasar distosia kelainan tenaga
Kelainan tenaga (kelainan his). His yang tidak normal dalam kekuatan atau sifatnya menyebabkan bahwa rintangan pada jalan lahir yang lazim terdapat pada setiap persalinan, tidak dapat di atasi, sehingga persalinan mengali hambatan atau kemacetan.
Kelainan his antara lain adalah :
1. Inersia uteri (his hipotonik)
his yang sifatnya lemah, pendek, dan jarang dari his normal yang terbagi menjadi :
a. Inersia uteri primer
Bila sejak semula kekuatannya sudah lemah
b. Inersia uteri sekunder
– his pernah cukup kuat
– dapat ditegakkan dengan, melakukan evaluasi pada pembukaan, bagian terendah terdapat kaput, dan mungkin ketuban telah pecah.
His yang lemah dapat menimbulkan bahaya terhadap ibu maupun janin sehingga memerlukan konsultasi atau merujuk penderita ke rumah sakit, puskesmas atau dokter spesialis.
2. Tetania uteri (his hipertonik)
his yang terlalu kuat dan terlalu sering, sehingga tidak terdapat kesempatan relaksasi otot rahim. Akibat dari tetania uteri dapat terjadi :
a. Persalinan presipitatus
b. Tetania uteri menyebabkan asfiksia intrauterin sampai kematian janin dalam rahim.
Inkoordinasi kontraksi otot rahim
Keadaan inkoordinasi kontraksi otot rahim dapat menyebabkan sulithya kekuatan otot rahim untuk dapat menungkatkan pembukaan atau pengusiran janin dari dalam rahim

D. Distosia kelainan alat kandungan
Alat kandungan dapat pula menghalangi lancarnya persalinan. Alat kandungan di sini adalah kelainan serviks vulva, vagina, uterus/ serviks.
1. Vulva
Kelainan yang bisa menyebabkan distosia ialah edema, stenosis dan tumor.
2. Vagina
Kelainan vagina yang dapat mengganggu perjalanan persalinan :
a. Vagina septum : transvaginal septum vagina
b. Tumor pada vagina
3. Uterus/serviks
Kelainan serviks antara lain :
a. Serviks yang kaku
b. Serviks gantung
Osteum uteri eksternum terbuka lebar, namun osteum uteri internum tidak dapat terbuka

c. Serviks konglumer
Osteum uteri internum terbuka, namun osteum uteri eksternum tidak terbuka
d. Edema serviks
e. Serviks duplek karena kelainan kongenital
E. Distosia kelainan janin
Dalam kepustakaan tercatat ada janin yang dapat dilahirkan secara pervaginam tetapi meninggal seberat 11,3 kg (Belcher)dan 11 kg (Moss). Dan janin yang lahir dan hidup tercatat seberat 10,8 kg (Barnes)tetapi anak ini hanya hidup kira-kira 11 jam saja.
1. Pertumbuhan janin yang berlebihan (bayi besar)
Janin besar adalah bila berat badan melebihi dari 4000 gram. Frekuensi bayi yang lahir dengan berat badan lebih dari 4000 gr adalah 5,3 % dan yang lebih dari 4500 gr adalah 0,4 %. Pernah dilaporkan berat bayi lahir pervaginam 10,8-11,3 kg.
2. Hidrosefalus
Penimbunan cairan serebrospinal dalam ventrikel otak sehingga kepala menjadi besar serta ubun-ubun menjadi lebar.hidrosefalus memungkinkan terjadinya kepala tidak masuk pintu atas panggul pada panggul yang normal sedangkan his baik dan kepala teraba besar di atas panggul.
3. Anensefalus atau hemifalus : badan ada tetapi pembentukan otak dan tengkorak kepala tidak ada atau terkebelakang
4. Kembar siam yaitu penyatuan dua janin kembar
5. Gawat janin
F. Distosia kelainan jalan lahir
1. Kesempitan pada pintu atas panggul
Pintu atas panggul dianggap sempit apabila konjugata vera kurang dari 10 cm, atau diameter transversa kurang dari 12 cm. Oleh karena pada panggul sempit kemungkinan lebih besar bahwa kepala tertahan oleh pintu atas panggul, maka dalam hal ini serviks uteri kurang mengalami tekanan kepala. Hal ini dapat menyebabkan inersia uteri serta lambannya pendataran dan pembukaan serviks.
2. Kesempitan bidang tengah panggul
Pada panggul tengah yang sempit, lebih sering ditemukan posisi okpitalis posterior persistens atau presentasi kepala dalam posisi lintang tetap.
3. Kesempitan pintu bawah panggul
Apabila ukuran pintu bawah panggul lebih kecil daripada biasa, maka sudut arkus pubis mengecil pula. Dengan distansia tuberum bersama dengan diameter sagitalis posterior kurang dari 15 cm, timbul kemacetan pada kelahiran janin ukuran biasa.

EVALUASI
Pertanyaan
Jelaskan pengertian persalinan distosia !
Jawab :
Persalinan yang memerlukan bantuan dari luar karena terjadi penyimpangan dari
power, passage, passanger disebut persalinan distosia
Yogyakarta , 04 Desember 2009
Mengetahui /Menyetujui Mahasiswa
Pembimbing

MUFDLILAH, S.SiT, S.Pd, M.Sc SUTARNI DJUFRI
NIM 090104050

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: