Bayi dalam bayi

Rifa Ruwaidah kini baru berusia delapan bulan. Sejak usia tiga bulan ia sudah tak
bersedia disuapi sereal. Sejak saat itu, bayi yang lahir pada 1 Agustus 2003 itu
menyukai nasi tim. Nafsu makannya besar.

Di usia tiga bulan itu, perut bayi putri pasangan Tumiyem (26 tahun) dan Waliman (30)
mengeras dan membuncit di bagian kirinya. Bahkan, bayi dari keluarga yang tinggal di
Bugisan, Prambanan, Klaten, Jawa tengah, ini mengalami diare yang tak kunjung sembuh.
Karena kondisi itu, pada November 2003, Tumiyem dan Waliman membawa Rifa ke bidan
desa.

Oleh bidan desa, bayi tersebut dirujuk ke RS Tegalyoso, Klaten. Di rumah sakit ini,
Rifa diindikasikan terserang tumor. Rifa segera dibawa ke Klinik dr Rohadi yang ada di
Klaten. Di Klinik ini Rifa juga diindikasikan memiliki tumor di perutnya. Saat itu
Rifa harus berobat jalan hingga beberapa minggu.

Namun, Rifa tak juga sembuh. Bahkan suatu hari, Rifa mengalami panas tinggi selama
sehari-semalam, sehingga harus mengalami opname di Klinik dr Rohadi. Panas badan Rifa
akhirnya surut, setelah diopname selama tiga hari dan oleh dr Rohadi, Rifa dirujuk ke
RSUP Dr Sardjito.

Rifa masuk RSUP Dr Sardjito sejak 24 Maret 2004 lalu. Saat itu tim dokter yang
langsung dipimpin oleh dr Rohadi yang memang spesialis bedah di rumah sakit tersebut
sedang mempelajari penyakit yang ada di perut bayi kecil itu. Rifa menjalani scanning
dan ternyata gumpalan daging yang diindikasikan tumor dalam perut Rifa ternyata adalah
janin hidup. Menurut dr Rohadi, gumpalan daging itu diketahui memiliki jaringan dan
memiliki tulang melintang seperti halnya tulang punggung.

Tak percaya pada hasil scanning pertama, tim dokter segera melakukan scanning ulang,
dan barulah diyakini, gumpalan daging itu adalah janin. Tumiyem dan Waliman tentu
heran mendengar informasi ini. ”Saya cukup kaget dan heran, kok bisa begitu,” kata
Waliman.

Senin (12/4) kemarin, Rifa menjalani operasi di bagian perut sekitar satu jam. Kini,
berat badan Rifa tinggal 6,9 kg. Tim dokter yang dipimpin dr Rohadi mengangkat janin
yang telah berbentuk tubuh manusia, dengan berat mencapai hampir satu kilogram. Janin
itu pun telah memiliki kepala dengan rambut yang cukup panjang, namun kepala tersebut
belum memiliki isi sehingga terlihat kempes. Selain itu, janin itu pun telah memiliki
bakal kaki, bakal tangan, tali pusat atau plasenta, bahkan bakal hidung, bibir, mata,
dan telinga. Usia janin diperkirakan sudah tujuh bulan. Saat dikeluarkan, posisi janin
dalam kondisi duduk menelungkup.

Janin dari perut Rifa, kini disimpan di Ruang Patologi Anak RSUP Dr Sardjito. Kasus
Rifa ini, ternyata merupakan kasus ketiga yang ditangani di RSUP Dr Sardjito. Menurut
dr Rohadi, kondisi yang terjadi pada Rifa bukan dipengaruhi oleh faktor genetik atau
lingkungan. ”Hal itu terjadi karena Rifa kembar monozigote, yaitu akibat adanya
pembuahan satu indung telur pada ibu yang dibuahi oleh dua sperma,” kata Rohadi.

Kembar monozigote itu, lanjut dr Rohadi, bisa menghasilkan bayi kembar dempet dan bisa
menghasilkan bayi yang memiliki janin dalam perutnya. ”Jika setelah pembuahan, indung
telur bisa memisahkan diri maka akan menghasilkan bayi kembar dempet, entah di perut,
bokong, kaki atau lainnya. Tetapi jika tidak bisa memisahkan diri maka salah satu bayi
akan masuk ke dalam perut bayi lainnya, seperti halnya yang dialami Rifa ini,”
jelasnya.

Dokter Rohadi menjelaskan, janin hidup itu memperoleh suplai nutrisi melalui jaringan
tubuh Rifa. Dengan begitu, di usianya yang baru delapan bulan tersebut, Rifa sudah
menyuplai makanan untuk janin dalam perutnya. Hal itulah yang membuat Rifa memiliki
nafsu makan tinggi. ”Janin itu jadi berupa parasit yang menggerogoti nutrisi dalam
tubuh Rifa. Setelah kita lakukan operasi, kondisi Rifa cukup membaik. Sedangkan janin
dalam perutnya tidak bisa diselamatkan, karena secara ukuran tidak normal seperti bayi
biasa,” papar Rohadi.

090104002
FST

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: