YOGA SEBAGAI SALAH SATU KESEHATAN KOMPLEMENTER
By: Nur Rahmawati S
(090104048)
A. Latar Belakang Yoga
Yoga berasal dari kata Sansekerta yaitu untuk “kesatuan,”. Yoga adalah praktek dari sebuah kedisiplinan. Terapi pikiran-tubuh umumnya merujuk kepada penggunaan fisik postur, latihan pernafasan, dan meditasi untuk meningkatkan kemampuan tubuh secara keseluruhan (Quigley dan Dean 2000). Yoga telah dikembangkan beberapa ribu tahun yang lalu sebagai bagian dari pengobatan tradisional India, atau Ayurveda, yoga telah menjadi semakin populer di seluruh dunia dan saat ini banyak dilakukan oleh sejumlah besar masyarakat di Amerika.
Yoga dimulai di India hampir enam ribu tahun yang lalu. Catatan yang tertulis paling awal dokumentasi, menyatakan bahwa yoga sebagai praktek kesehatan yang tercatat dalam Vedas, yang mana India teks datang kembali setidaknya tiga ribu tahun. Dalam teks tersebut di jelaskan bahwa manfaat yoga dapat di tinjau dari segi fisik, emosi, dan rohani, yang mana manfaat tersebut di jelaskan pula dalam The Upanishads, The Bhagavad Gita, dan The Yoga Sutras, serta adanya suatu pernyataan bahwa yang kedua dianggap sebagai yang paling lengkap dari dokumen yogic filsafat dan ajaran. Namun, Yoga tidak muncul sebagai sebuah praktek sepenuhnya yang dikembangkan sampai 500 SM. Dalam bentuk tradisional, yoga dianggap sebagai kelengkapan gaya hidup yang memberikan jalan untuk penerangan rohani (Quigley dan Dean 2000).
Praktik yoga yang mulai ada di Amerika Serikat pada 1890 sebagai hasil dari ajaran dari guru yang bernama Swami Vivekananda. Popularitas tersebut masuk pada tahun 1960 sebagai akibat dari peningkatan budaya penerimaan alternatif modalities tubuh dan pikiran-therapies. Dewasa ini, yoga sering dilakukan sebagai bentuk dari latihan bercerai dari tradisional underpinnings rohani. Dalam hal ini, yoga diajarkan melalui latihan di lokal YMCAS, yakni suatu klub kesehatan dan yoga pusat, serta bagian dari pencegahan penyakit dan pengelolaan program di rumah sakit, seperti pengurangan stres-kursus bagi para pasien dengan hipertensi dan penyakit jantung koroner (Quigley dan Dekan 2000).
B. Pengertian Yoga
Yoga berasal dari bahasa Sansekerta ‘Yuj’berarti “menghubungkan” atau “mempersatukan”. Yoga adalah suatu teknik untuk menghubungkan kesadaran manusia dengan Ilahi. Pernyataan ini bukan berarti “penyatuan” Tuhan dan manusia secara fisika, namun kesadaran. Sebenarnya bukannya Tuhan yang terpisah dari manusia, tapi manusialah yang memisahkan diri. Ketidaktahuan (avidya) yang menjadi sebab terjadinya pemisahan antara manusia dan Tuhan.
Yoga bukanlah sesuatu yang berhubungan dengan agama atau kepercayaan tertentu, yoga adalah yoga. Yoga merupakan suatu satu seni spiritual yang lebih tua dari agama apa pun di dunia, termasuk agama Hindu dan Buddha.
Para Yogi (praktisi yoga) sudah terdapat di India jauh sebelum jaman Veda, jaman sebelum berdirinya agama Hindu. Yoga sekarang merupakan warisan dari budaya India. Maka istilah-istilah dalam Yoga mempunyai banyak kesamaan dengan istilah-istilah dari agama yang lahir di India. Oleh karena itu, apabila seseorang ingin mendalami Yoga, maka harus dapat menerima istilah-istilah sansekerta. Sampai saat ini, praktisi yoga tidak hanya pemeluk Hindu saja, namun juga dari berbagai agama dan kepercayaan.
Bila kita mengenal Kungfu, sebagai suatu seni untuk membela diri, maka Yoga merupakan suatu seni untuk mengenal diri. Mengenal diri sendiri adalah syarat dalam spiritual. Sebagai seni spiritual
(Sadhana), maka gerakan Yoga tidak seperti senam biasa, gerakan ini berlandaskan moralitas, denagn hal itu, maka akan diperoleh kesadaran spiritual, sembuh dari penyakit, kebangkitan kundalini, dan penghapusan karma. Sebagaimana seni bela diri, berlatih Yoga juga memerlukan disiplin yang keras.
Teknik yoga merupakan explorasi terhadap diri sendiri, sehingga dapat memaksimalkan segenap potensi diri yang belum dikenali. Yoga membawa manusia untuk melampaui yang fana, baik yang tampak maupun tidak tampak. Yoga menuntut pengalaman langsung, tidak hanya berkutat pada pengetahuan saja, sebagaimana kaum cendekiawan, berolah pikir dan berdebat tentang Tuhan, alam dan manusia, tapi tidak pernah sampai pada pengalaman yang lebih jauh tentang alam, manusia, dan Tuhan.
C. Prinsip-prinsip Ilmiah Yoga dan jenis Yoga
Yoga didasarkan pada gagasan bahwa aliran Prana atau energi hidup dalam tubuh dapat dikontrol dan diarahkan untuk membujuk penyembuhan rohani dan attunement (Quigley dan Dean 2000). Dalam yoga terdapat beberapa komponen yang mana masing-masing komponen tersebut menekankan berbagai derajat dari delapan komponen yogic praktek yakni yama (pengendalian), niyama (observances), asana (postur), pranayama (nafas kontrol), pratyahara (penarikan dari indera), dharana ( konsentrasi), dhyana (meditasi), dan samadhi (kesadaran tertinggi) (Quigley dan Dean 2000). Dalam yoga terdapat pula istilah Raja Yoga yang disebut “the royal jalan ke integrasi” dan berfokus pada meditasi (Quigley dan Dean 2000).
Pendapat lain menyatakan bahwa terdapat sembilan bentuk aliran yoga yang disesuaikan dengan kebutuhan khusus para siswa yoga, yaitu: Jnana yoga, karma yoga, bhakti yoga, yantra yoga, tantra yoga, mantra yoga, kundailini yoga, hatha yoga, dan raja yoga.
Hatha Yoga adalah jenis yoga yang paling umum dipraktekkan di Amerika dan berfokus pada yoga poses (asanas) diikuti “counterposes” untuk menyeimbangkan dan mengintegrasikan tubuh (Quigley dan Dean 2000), serta penyatuan melalui penguasaan tubuh dan napas. Hatha adalah gabungan dua kata yaitu ha dan tha yang artinya adalah matahari dan bukan. Fokus dalam hatha yoga yakni pada teknik asana (postur), pranayama (olah napas), bandha (kuncian), mudra (gestur), serta relaksasi yang mendalam. Tujuan hatha ini adalah menjaga keseimbangan alarm tubuh dengan mempraktikkan kelima prinsip yoga. Prinsip-prinsip tersebut adalah berlatih dengan teratur, bernapas dalam, pola makan yang seimbang, beristirahat cukup, berpikir positif, dan meditasi.
Gerakan dalam yoga sangat banyak variasinya, mulai dari yang sederhana, hingga yang sangat rumit. Menurut Pujiastuti Sindhu, Pimpinan Yoga Leaf di Bandung, terdapat 840.000 asana dalam yoga. Oleh karenanya semua orang, dari anak-anak hingga manula serta perempuan hamil, bisa melakukan yoga karena gerakan yoga disesuaikan dengan kemampuan, yakni melalui prinsip sweet discomfort atau batas antara nyaman dan tidak nyaman.
Jnana Yoga, dalam Jnana yoga lebih menekankan pada pencapaian dari kearifan dan keesaan Allah dengan mendalam melalui kontemplasi dan meditasi (Quigley dan Dean 2000). Jnana merupakan yoga yang dilakukan dengan penekanan pengetahuan. Praktisi yoga ini beranggapan bahwa kebodohan (avidya) merupakan penyebab utama terjadinya kesalahan dan kelalaian. Terhapusnya kebodohan, maka terhapus pula kemiskinan, ketidakadilan, kesewenangan, serta kerusakan alam semesta. Dengan demikian semakin damai dunia. Semua itu dikarenakan manusia tahu akan hakekat dirinya. Manusia yang tahu hakekat dirinya, maka dia akan tahu hakekat Tuhannya.
Karma Yoga, dalam karma yoga di jelaskan bahwa karma yoga adalah teknik yoga berdasarkan hak melakukan tindakan yang tidak mementingkan diri sendiri atau perbuatan yang baik, dengan tidak ada harapan pahala (Quigley dan Dean 2000). Karma yoga merupakan yoga yang dilakukan penekanan pada tindakan. Pada praktiknya selalu memperhatikan segala sesuatu yang diperbuatnya, sehingga tidak menimbulkan kesalahan yang membawa pada penderitaan. Para praktisinya tidak pernah mengeluh menghadapi masalah kehidupan. Semua masalah dipandang merupakan akibat dari kesalahan yang telah dibuatnya, maka
harus diterima dan dihadapi sebagai pendidikan dan kasih saying Ilahi.
Konsep ini banyak disalah gunakan sebagai konsep hidup pasif, padahal konsep ini justru membawa manusia menjadi aktif dalam menghadapi kehidupan. Karma Yoga mengajarkan pada manusia untuk menghadapi dan menyelesaikan persoalan, bukan melarikan diri dari persoalan. Praktisi Karma Yoga tidak pernah melarikan diri dari masalah. Melarikan diri bukan solusi, tapi
justru menimbun masalah dan membuat masalah baru. Masalah tidak akan pernah hilang, yang ada hanyalah penundaan dan penumpukan. Untuk menyelesaikannya, mau ataupun tidak, suka ataupun terpaksa, semua harus dihadapi. Kapanpun itu, semua persoalan perlu penyelesaian. Banyak penderita stress, bahkan yang bunuh diri, dikarenakan tidak mau menerima suatu persoalan sebagai kenyataan dan menyelesaikannya, kemudian melarikan diri tanpa mau menghadapi dan menyelesaikannya.
Bhakti Yoga adalah praktek kesetiaan kepada Tuhan (Quigley dan Dean 2000). Bhakti yoga merupakan yoga yang dilakukan dengan penekanan pada bakti kepada Tuhan, yaitu melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Tuhan. Semuanya dilakukan dengan cinta tanpa memiliki pamrih apa pun (termasuk keinginan masuk surga). Kecintaan praktisi Bhakti bermakna luas, bukan hanya pada Tuhan, namun juga pada semua ciptaan-Nya. Mencintai ciptaan merupakan manifestasi dari mencintai Sang Pencipta itu sendiri. Cinta seorang Bhakta tidak membeda-bedakan ras, suku, bangsa, dan agama. Tidak membenci yang miskin maupun yang kaya, yang indah maupun yang buruk, yang pintar maupun yang bodoh, yang beriman maupun yang kafir.
Astanga atau Power Yoga, Astana atau power yoga merupakan yoga yang modern yakni hari variasi dikembangkan untuk orang-orang yang lebih suka latihan fisik menuntut (Quigley dan Dean 2000).
Bikram Yoga merupakan serangkaian 26 asanas dilakukan di 105-derajat untuk suhu hangat dan stretch the muscles, ligaments, and tendons, dan detoxify tubuh melalui keringat (Quigley dan Dean 2000). Sedangkan Iyengar Yoga dikembangkan oleh B.K.S. Praktik ini menekankan perhatian besar untuk detail, tepat alignment, dan penggunaan props, seperti blok dan ikat pinggang, untuk memfasilitasi postur (Quigley dan Dean 2000).
Raja Yoga Merupakan yoga yang dilakukan dengan menekankan pada pengendalian pikiran. Dengan mengendalikan pikiran, maka terkendali pula semua indra-indra manusia. Hasil dari semua itu disebut Pencerahan, Manunggaling Kawula Gusti (Jw.). Makrifatullah (Is.). Apapun sebutan yang digunakan, bukan suatu masalah yang harus diperdebatkan. Perkembangan kemudian, hanya Raja Yoga lah yang dikenal sebagai Yoga. Bagi praktisi Raja Yoga, praktek Hatha, Japa, Mantra, Kundalini, dsb. bukanlah sesuatu yang terpisah.
D. Bagian-Bagian Yoga
Patanjali, seorang Yogi, menerangkan bahwa yoga memiliki 8 bagian yang tidak terpisahkan. Bagian-bagian yoga tersebut tidak dapat dipisahkan, sebagaimana bagian tubuh manusia yang juga tidak dapat dipisah-pisahkan. Kedelapan bagian itu adalah:
1. Yama (menjauhi larangan)
2. Niyama (mentaati perintah)
3. Asanas (sikap-sikap badan)
Asanas adalah pengaturan sikap-sikap tubuh. Dalam perkembangannya menjadi sebuah teknik yang disebut Hatha Yoga, yoga yang mempelajari berbagai postur-postur untuk memperbaiki sistem tubuh. Seorang praktisi Hatha Yoga melakukan berbagai postur tubuh untuk merangsang berbagai kelenjar dan syaraf, selain untuk keseimbangan tubuh dan menjaga keremajaan seluruh persendiannya. Asanas tidak hanya berarti sikap yang nyaman dalam postur-postur tubuh saja, tapi secara luas adalah pola hidup yang nyaman, yaitu pola hidup yang seimbang. Makan tidak berlebihan, puasa juga tidak berlebihan. Mencintai tidak berlebihan,-membenci juga tidak berlebihan, dan seterusnya. Rasa nyaman ini harus permanen-tidak temporer.
4. Pranayama (pengaturan prana)
5. Pratyahara (pengaturan indra)
6. Dharana (konsentrasi)
7. Dhyana (meditasi)
8. Samadhi (keseimbangan total).
Kedelapan bagian tersebut adalah satu kesatuan yang dikenal sebagai Astanga Yoga. Telah dijelaskan di atas bahwa Yoga adalah sadhana (disiplin spiritual), maka pondasinya adalah moralitas (Yama dan Niyama). Tanpa moralitas tidak dapat disebut sebagai Yoga.
Kemampuan supernormal (shakti) bukanlah tujuan yoga. Banyak sekali kemampuan supernormal dapat diperoleh dengan teknik yoga. Namun tanpa didukung dengan moralitas yang baik, maka kemampuan-kemampuan tersebut tidak akan menunjang peningkatan spiritual para praktisi yoga. Keinginan untuk memperoleh kemampuan supernormal bukanlah sesuatu yang salah, namun keterikatan itulah yang tidak dapat dibenarkan. Bagi pemula seringkali kemampuan ini menjadi obsesi sehingga menghambat perkembangannya. Adapun bagi praktisi yang sudah memperoleh seringkali terjerumus dalam penyalahgunaan daya super tersebut sehingga membuat semakin jauh dari tujuan spiritual. Tanpa ditunjang dengan moralitas yang baik, kemampuan supernormal justru memperburuk kondisi praktisi. Perlu diingat bahwa segala perbuatan merupakan “sebab” yang akan melahirkan “akibat”.
Yama dan Niyama adalah suatu nasehat yang tidak menekankan pada hukuman bila melanggar, namun menekankan pada keuntungan bila dilaksanakan.
E. Kelenjar-kelenjar penting dalam tubuh
Saling ketergantungan antara kelenjar dan emosi dihubungkan oleh kelenjar endokrin, yang memimpin simponi tubuh yang rumit dengan mengeluarkan cairan hormon ke dalam aliran darah. Hormon-hormon ini mempunyai bermacam-macam efek tidak hanya terhadap fungsi tubuh saja, seperti pertumbuhan, pencernaan, energi, seks, dan lain-lain, melainkan juga berpengaruh terhadap pikiran. Kadar hormon memiliki efek yang bermacam-macam terhadap suasana hati, temperamen dan efisiensi mental. Kelebihan dan kekurangan hormon dapat menyebabkan gangguan emosi dan mental, yang merusak kesehatan dan ketenangan pikiran. Kelebihan hormon yang berasal dari kelenjar tiroid, misalnya akan membuat orang yang sangat normal menjadi gugup dan mudah marah. Pada saat ovulasi seorang wanita kelihatan optimis dan penuh percaya diri, yaitu pada saat hormon estrogen dan progresteron berkadar tinggi, akan tetapi wanita tersebut akan menjadi was-was dan pemarah ketika kadar hormonnya menurun, yaitu pada saat sebelum dan selama menstruasi. Ada interaksi yang dinamis antara emosi, hormon dan penyakit – antara tubuh dan pikiran.
Hubungan di atas telah lama dirasakan oleh para yogi yang mengembangkan sistem latihan untuk memberikan tekanan yang spesifik pada bermacam-macam kelenjar endokrin.
a) Kelenjar Pineal
b) Kelenjar Pituitari
c) Kelenjar Tiroid dan Paratiroid
d) Kelenjar Timus
e) Kelenjar Adrenal
f) Kelenjar Pankreas
g) Kelenjar Gonads
F. Mekanisme Aksi
Yoga, dengan penekanan pada “kesatuan” dari total orang, dianggap sebagai bentuk pikiran-tubuh obat, serta sebuah pendekatan yang terintegrasi dan penyembuhan harnesses kekuatan fisik, emosi, dan aspek rohani pasien untuk meningkatkan kesehatan dan mengobati penyakit. Postur fisik, yang dikenal sebagai asanas, yang lemah lembut serta sering meningkatkan kekuatan otot, fleksibilitas, body alignment, dan meningkatkan sirkulasi serta fungsi hormon. Beberapa postur juga digunakan untuk merangsang fungsi usus, yang dapat meningkatkan pencernaan dan melegakan sembelit. Selain hal itu, adanya relaksasi yoga dapat membantu menstabilkan autonomic sistem saraf. Yoga adalah purported ke nada internal organ, termasuk jantung, paru-paru, glands, dan saraf (Quigley dan Dean 2000).
Yoga merupakan youthfulness yakni mempromosikan dan usia lanjut. Kontrol nafas, yang disebut pranayama, dan mengurangi konsumsi oksigen lactate darah, pemberian oksigen yang lebih baik dan atau lebih efisien (Quigley dan Dean 2000). Yoga juga dapat meningkatkan efisiensi melalui cardiorespiratory penurunan denyut jantung, ventilasi menit, dan hasil bagi pernafasan (Raju et al. 1997). Seperti yang telah di lakukan dengan pikiran-tubuh therapies, yogic meditasi elevates moods berkaitan pula dengan perubahan hormonal pada hypothalamic-kelenjar di bawah otak-adrenal (HPA) axis (Harte dkk. 1995). Yoga juga dapat mengurangi tekanan darah (Anand 1999) serta penurunan serum kolesterol, triglycerides, LDL, dan kolesterol-hdl ratio (Mahajan et al. 1999). Selain itu, Stills induces pikiran dan relaksasi fisik dan emosional (Quigley dan Dean 2000).
G. Aplikasi Yoga
Salah satu aplikasi utama yang sudah di lakukan untuk yoga yakni dalam pengelolaan kembali sakit (Quigley dan Dean 2000). Berdasarkan studi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa yoga memiliki manfaat jangka panjang antara lain penurunan keuntungan dalam kegelisahan dan marah, serta meningkatkan kepercayaan diri, konsentrasi, mental efisiensi, attentiveness, optimisme, dan relaksasi (Malathi dan Damodaran 1999). Sebuah analisis yang dilakukan berdasarkan randomized menunjukkan bahwa yoga dapat membantu mengelola koroner penyakit dengan membantu untuk menurunkan tekanan darah tinggi (Anand 1999), menurunkan tingkat lipid dalam darah (Mahajan et al. 1999), dan meningkatkan perlawanan terhadap stres (Pandya et al. 1999). Dengan latihan Yoga, teknik pernafasan, meditasi secara rutin akan efektif dalam mengurangi frekuensi serta kerasnya dari angina, terlebih apabila digabungkan dengan modifikasi diet dan stres-manajemen pelatihan (yang Ornish program) (Quigley dan Dean 2000). Satu studi menunjukkan bahwa yoga yang berharga yakni adjunctive terapi untuk asma karena penurunan penggunaan beta adrenergic inhalers dalam mata pelajaran asthmatic (Vedanthan dkk. 1998).
Percobaan klinis untuk perawatan carpal tunnel syndrome menunjukkan bahwa yoga postur bertujuan stretching dan memperkuat sendi pada bagian atas tubuh, sehingga dapat meningkatkan kekuatan dan pegangan Phalen tanda serta mengurangi rasa sakit. Para peneliti menyimpulkan bahwa yoga membantu lebih dari pergelangan tangan splints dalam beberapa relieving gejala dan tanda-tanda (Garfinkel dkk. 1998).
Yoga pada osteoarthritis, dapat digunakan sebagai bentuk latihan ringan, dan dapat digunakan untuk mengatur rasa sakit, perbaikan motor, dan meningkatkan berbagai gerakan (Luskin dkk. 2000; Garfinkel dkk. 1994). Kasus yang terjadi dewasa ini yakni sejak arthritis mempengaruhi hampir lima puluh persen dari populasi orang tua dan merupakan penyakit kronis paling lazim di negeri ini, therapies pikiran-tubuh seperti yoga dapat menjadi alternatif untuk pharmaceutically berharga berbasis perawatan (Luskin dkk. 2000).
H. Manfaat Yoga
a) Beberapa manfaat yang dapat diambil dari yoga secara umum yakni:
1. Fleksibilitas
Ketika beberapa orang berpikir tentang yoga, kebanyakan dari mereka membayangkan bahwa yogasama halnya dengan fitness, serta adanya pola pemikiran bahwa mereka merasa sudah tua dan tidak fit lagi untuk melakukan yoga. Salah satu bagian dari yoga disebut sebagai asanas yang bekerja secara aman untuk streching otot. Proses ini melepaskan asam laktat yang biasanya menyebabkan kekakuan, ketegangan, sakit serta kelelahan. Selain itu, yoga dapat pula meningkatkan berbagai gerakan di sendi dan meningkatkan lubrikasi di sendi. Stretch pada yoga tidak hanya untuk otot tapi untuk seluruh sel-sel tubuh anda. Dalam suatu studi ditemukan bahwa terdapat peningkatan fleksibilitas sebesar 35% setelah 8 bulan melakukan yoga. Keuntungan yang paling besar adalah fleksibilitas di pundak dan badan.
2. Kekuatan
Beberapa gaya dari yoga seperti ashtanga dan power yoga adalah yang paling kuat dibandingkan yang lain. Mempraktikkan salah satu dari gaya tersebut akan membantu meningkatkan otot Anda. Gaya yoga yang lain seperti lyengar yoga, yang hanya berfokus pada sedikit gerakan dan pengaturan posisi yang lebih tepat, bisa meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuh. Beberapa gaya yang lain seperti: downward dog, upward dog, dan plank, membangun kekuatan tubuh bagian atas. Hal ini menjadi penting pada usia tertentu. Gaya berdiri, khususnya berpaku pada berapa lama pernafasan, serta dapat membangun kekuatan pada otot harmstrings, quadriceps dan abdominal. Apabila yoga dilakukan dengan benar, hampir semua gaya tersebut membangun kekuatan inti dalam otot abdominal.
3. Postur
Dengan peningkatan fleksibilitas dan kekuatan akan menghasilkan postur tubuh yang lebih baik. Banyaknya gaya berdiri dan duduk akan mengembangkan kekuatan inti. Manfaat lain dari yoga adalah meningkatkan kesadaran diri kita. Kesadaran tinggi ini memberikan peringatan apabila bungkuk atau slumping sehingga kita bisa langsung menyesuaikan sikap.
4. Pernafasan
Pernafasan juga termasuk dalam yoga yang akan meningkatkan kapasitas paru-paru kita. Hal ini bisa meningkatkan penampilan dan kinerja kita. Tetapi, tipikal dari yoga tidak difokuskan pada aerobik fitnes seperti berjalan atau bersepeda. Sebagian besar gaya yoga menekankan pada dalam dan panjangnya nafas. Hal ini juga yang merangsang respons relaksasi yang akan berlawanan dengan peningkatan respons dari stres.
5. Mengurangi stres dan lebih tenang
Beberapa gaya yoga menggunakan teknik meditasi khusus untuk membuat pikiran yang sering stres menjadi lebih tenang. Gaya yoga lainnya juga tergantung pada teknik bernafas yang mendalam untuk memfokuskan pikiran, yang membuat pikiran menjadi lebih tenang.
Beberapa manfaat yoga anti-stres dihubungkan dengan biochemical, misalnya terjadi penurunan catecholamines, hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenalin dalam respon terhadap stres. Menurunkan tingkat hormon neurtransmitter, dopamine, norepinephrine, epinephrine dan menciptakan rasa tenang. Beberapa penelitian memfokuskan pada peningkatan hormon oxytocin yaitu hormon yang terkait dengan rasa santai dan terhubung ke orang lain, yang memungkinkan mengapa begitu banyak romance yang dimulai di studio yoga.
6. Konsentrasi dan mood yang lebih baik.
Hampir setiap siswa yang mengikuti kelas yoga merasa lebih bahagia dan puas. Penelitian tebaru mengermukakan bahwa mengeksplorasi efek dari yoga pada depresi, bermanfaat dapat meningkatan aliran oksigen ke otak. Yoga juga disarankan sebagai terapi untuk meringankan gejala obsessive dan disorder.
7. Jantung lebih sehat
Salah satu manfaat dari yoga yang paling banyak dipelajari adalah efeknya yang terjadi pada penyakit jantung. Yoga telah lama dikenal untuk menurunkan tekanan darah dan memperlambat denyut jantung. Manfaat dari memperlambat denyut jantung sangat berarti pada orang yang hipertensi, penyakit jantung dan stroke. Yoga adalah komponen kunci untuk program penyakit jantung yang dirancang oleh Dean Ornish, MD. Ini merupakan program pertama untuk penanganan penyakit jantung dengan gaya hidup melalui diet dibandingkan dengan operasi. Yoga juga telah di kirkan dengan penurunan tingkat kolesterol dan trigliserida dalam peningkatan fungsi sitem kekebalan.
8. Memberikan efek pada kondisi medis
Yoga telah menjadi populer di dunia barat, peneliti medis juga mulai belajar manfaat adanya terapeutik yoga, yang disebut dengan integrative yoga atau terapi IYT. Yoga ada pula yang digun akan sebagai perawatan tambahan medis untuk kondisi tertentu dari depresi klinis sampai penyakit jantung. Manfaat yoga yang lain adalah untuk kondisi medis kronis, seperti menghilangkan gejala asma, back pain dan arthritis.Beberapa studi menyatakan bahwa yoga memiliki dampak positif pada pembelajaran dan memori..
9. Mempercepat proses penyembuhan
Di kala sakit, yoga dapat mempercepat proses penyembuhan. Riset membuktikan, yoga efektif menyembuhkan tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, asma, gangguan tidur, sakit kepala kronis, dan nyeri punggung. Yoga juga memperbaiki fungsi jantung, pencernaan dan penglihatan, serta membantu mengontrol rasa nyeri
10. Menumbuhkan kepribadian
Tubuh kita adalah instrumen musik yang indah, tetapi perlu dimainkan dengan benar sehingga menghasilkan nada yang indah pula. Yoga adalah panduan aman eksplorasi pencarian nada yang indah itu karena yoga mengusir konsepsi yang mengenai diri seseorang.
11. Komprehensif dan integrative
Yoga adalah gaya hidup yang secara integratif mencakup semua aspek dalam hidup, yaitu teknik untuk kesehatan optimal fisik dan mental, membantu menghadapi tantangan kehidupan modern, serta mengubah kehidupan seksual. Yoga juga akan membuat diri seseorang merasa nyaman dengan tubuh sendiri, menambah rasa percaya diri, dan mendongkrak kemampuan konsentrasi dan memori. Di samping itu, yoga membebaskan hidup dari ketakutan dan emosi serta pikiran negatif.
12. Harmonisasi kehidupan social
Yoga membangun kesabaran, toleransi, cinta kasih, dan pengampunan sehingga memperbaiki hubungan dengan keluarga, teman, rekan kerja, dan lain-lain.
13. Meningkatkan kemampuan panca indra
Yoga menjadikan seseorang lebih sensitif terhadap ritme tubuh, sehingga meningkatkan kemampuan panca indra, bahkan indra keenam.
14. Dapat dipadu dengan olahraga lain
Olahraga lain yang dapat dipadukan dengan yoga yakni aerobik dan angkat beban. Selain yoga, kedua olahraga tersebut juga dapat bermanfaat untuk meningkatkan kinjerja seseorang.

15. Mudah dan nyaman
Yoga dapat dipraktikkan di rumah atau di mana saja tanpa harus kelelahan dan keringatan seperti di pusat kebugaran.
b) Sedangkan manfaat yoga untuk ibu hamil yaitu:
Semua ibu hamil (bumil) pasti menginginkan bayi yang dilahirkan sehat. Berbagai cara pun dilakukan agar janin yang dikandungnya sehat dan kelak ketika lahir juga sehat .Yoga yang dilakukan pada ibu hamil tak hanya membuat bayi sehat, tetapi juga tenang dan nyaman. Selain itu yoga hamil juga mengurasi risiko komplikasi kehamilan pada ibu hamil.
Untuk dapat mewujudkan bahwa produk kehamilan kita sehat, selain melalui pola makan sampai ANC teratur, yoga dapat pula digunakan sebagai olahraga bagi ibu hamil. karenaa yoga hamil tidak hanya membuat janin sehat, tetapi juga merasa rileks dan nyaman. Yoga merupakan salah satu gerakan seni olah tubuh dan pernapasan yang berasal dari India. Yoga bisa dilakukan oleh siapa saja termasuk oleh ibu hamil.
Yoga hamil dapat membantu ibu untuk terhubung dengan sang jabang bayi dan tubuhnya sendiri melalui latihan mendalam dan membangun kewaspaadaan pada saat proses kelahiran atau melahirkan. Yoga hamil tersebut dapat dilakukan mulai dari awal kehamilan, selama ibu tidak mengalami komplikasi kehamilan yang berisiko tinggi.
Yoga untuk ibu hamil bermanfaat untuk membangun kepedulian terhadap tubuh mereka selama masa kehamilan, serta dapat meningkatkan kekuatan, kelenturan dan kesehatan seluruh tubuh. Gerakan dalam yoga dapat mengurangi sakit pinggul serta mengurangi rasa sakit dan pegal pada daerah kewanitaan.

Sedangkan yoga yang dilakukan sebelum melahirkan bisa bemanfaat untuk mengurangi lebam sekitar persendian, membantu persiapan fisik menghadapi proses melahirkan serta meningkatkan kesiapan emosional. Yoga sebelum kelahiran ini sangat mendukung kelahiran secara alami, melalui yoga kita mampu melatih pernafasan yang sangat bermanfaat agar kita lebih peduli pada tubuh kita. Karena prana atau dorangan kehidupan setiap orang itu datang melalui nafas, dengan tarikan nafas yang cukup, akan mengalirkan oksigen dan nitrogen ke sel-sel otak dan memompa cairan spinal ke otak. Untuk itulah bila yoga dilakukan secara teratur pada masa kehamilan, perkembangan otak anak pun agar berkembang dengan pesat.
Dalam melakukan gerakan yoga hamil, terdapat sedikit perbedaan dengan gerakan yoga biasa, diantaranya untuk tidak melakukan gerakan berputar, meloncat, menendang atau kayang terutama setelah umur 20 minggu.Yang perlu dalam masa kehamilan yakni faktor penting untuk mendukung relaksasi ibu hamil yakni adanya dukungn dimana dukungan suami merupakan hal yang sangat penting.
I. Keuntungan latihan yoga
Keuntungan yang dapat di peroleh melalui latihan Yoga yakni:
1. Mengatasi gangguan kesehatan
Seni latihan fisik dan olah nafas yang berasal dari India ini ternyata dapat melatih pikiran dan dapat mengatasi beberapa gangguan kesehatan. Latihan senam yoga yang dilakukan secara teratur dapat menurunkan risiko terserang stroke karena dapat meningkatkan sirkulasi dan merangsang suplai darah ke seluruh tubuh terutama ke otak. Untuk pasien stroke, latihan yoga yang dapat dilakukan adalah asanas (sikap fisik) dan pranayama (pernafasan yang terkendali).
2. Mengendurkan otot
Melakukan senam yoga juga bisa mengendurkan ketegangan otot. Sebab, relaksasi otot dapat mengurangi kecemasan yang sering dirasakan seseorang saat berusaha mempelajari sesuatu yang baru. Melalui senam yoga tubuh akan lentur, otot-otot akan bisa memanjangdengan maksimal menjadi kenyal dan terhindar dari kerusakan otot dan tulang.
3. Meningkatkan daya ingat
Bila tubuh kita lentur, sistem saraf juga mampu mengirimkan pesan-pesan dengan lebih lancar ke setiap bagian tubuh tanpa terjepit atau terhambat oleh area-area otot yang kaku dan tegang. Begitu pula oksigen, dapat mengalir dengan lebih bebas melalui sendi-sendi, pembuluh darah, dan kapiler ketika tubuh lebih terbuka. Otak pun mendapatkan pasokan darah dan oksigen secara maksimal sehingga mampu mengingat secara optimal.
4. Terapi seks
Salah satu gerakan yoga yang berhubungan langsung dengan organ seksual manusia adalah garurasana, berada di sekitar organ seksual. Ini adalah satu terapi dapat disembuhkan tanpa mengkonsumsi obat. Yoga bermanfaat untuk berlatih mengendalikan nafsu, mengatur pernafasan, sewaktu berhubungan seks. Pria yang tidak bisa mengendalikan nafsu, cenderung ejakulasi dini.
5. Kecantikan wajah
Cantik itu setiap orang mempunyai penilaian yang tidak sama (relatif), bisa aja cantik dinilai secara fisik dari sononya🙂 namun khusus untuk wajah, yoga dapat membuat kulit wajah dan leher mulus, sehat, segar, serta mata berbinar cemerlang, jadi yang tadinya wajahnya biasa bisa menjadi luar biasa…
J. Efek Asanas
Seluruh jaringan, sel maupun organ tubuh manusia dipengaruhi oleh hormon, pertumbuhan yang wajar dan fungsi bermacam-macam bagian tubuh hanya mungkin berjalan jika ada keseimbangan pengeluaran hormon, ketidakseimbangan sedikit saja dapat menyebabkan terjadinya berbagai macam penyakit.
Gerakan asanas membuat produksi hormon dari berbagai kelenjar menjadi seimbang. Posisi menekuk dan meregang dari gerakan asanas yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu, memberikan tekanan yang khusus dan kontinyu pada kelenjar-kelenjar, sehingga akan merangsang kelenjar dengan berbagai cara, mengatur produksi kelenjar dan akhirnya akan mengontrol emosi. Jika keseimbangan kelenjar teratasi, pikiran menjadi bebas dan ganggunan emosi serta ketenangan batin yang sempurna akan tercapai.
Itulah sekelumit tentang Yoga, olahraga dan senam yang murah meriah, modalnya cuman lantai, bantal dan semangat untuk kebaikan diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: