MOLA HIDATIDOSA
By: Moneca Diah Listiyaningsih
090104058
a. Definisi
Mola Hidatidosa adalah kehamilan abnormal dengan ciri2 stroma villus korialis langka vaskularisasi dan edematous. Janin biasanya meninggal akan tetapi villus2 yang membesar dan edematous itu hidup dan tumbuh terus.
b. Gambaran Klinik
• Uterus membesar lbh cepat dr biasa
• Mual muntah
• Kadang2 perdarahan pervaginam, kdg2 disertai pengeluaran beberapa gelembung villus
c. Patologi
• Jaringan trofoblas pd villus kadang2 berproliferasi ringan kadang berat
• Mengeluarkan HCG lbh besar dari hamil biasa
• Bisa keluar sendiri (biasanya disertai perdarahan banyak) atau dikeluarkan dg tindakan
• Mola sifatnya jinak
• Dapat menjadi molla destruens (ganas jenis villosum, invasi local otot uterus saja)
• Dapat menjadi koriokarsinoma (ganas jenis nonvillosum, invasi luas ke organ2 lain
d. Diagnosis
• Uterus tumbuh lebih cepat dari hamil biasa
• Tidak ada tanda2 adanya janin
– Ballotemen pd palpasi
– Gerak janin pd auskultasi
– Kerangka janin pada foto rontgen
– Denyut jantung pada USG
• Perdarahan gejala yg sering ditemukan
• Kadar HCG jauh lbh tinggi drpd hamil biasa
• USG (B-Scan) : gambaran khas mola
e. Penanganan
• Pada wanita usia lanjut atau yg sdh tidak ingin punya anak : histerektomi
• Pada wanita yang masih ingin punya anak:
– pengeluaran dg kerokan isapan (sunction curettage) disertai infuse oksitosin
– Setelah itu kerokan dg kuret tumpul
– 7-10 hr kemudian kerokan ulangan dg kuret tajam (memastikan uterus benar2 kosong dan memeriksa tingkat proliferasi sisa-sisa trofoblas utk antisipasi kmkn keganasan)
• Sebelum mola dikeluarkan sebaiknya dilakukan rontgen paru2 utk mengetahui kmkn adanya metastase
f.Pengamatan Lanjutan (pada uterus yg dikosongkan)
• Penting karena 20% menjadi ganas
• Periksa kmkn metastase
• Pemeriksaan kadar HCG berulang (dg radio-immunoassay HCG)
– Tiap minggu sp kadar menjadi negative selama 3 minggu selanjutnya tiap bulan selama 6 bulan
• Pemeriksaan foto rontgen paru tiap bulan sampai HCG negative
• Penderita tidak boleh hamil selama dilakukan pmx HCG
• Pemberian pil kontrasepsi, untuk:
1. Mencegah kehamilan baru
2. Menekan pembentukan LH oleh hipofisis yg dpt mempengaruhi pmx kadar HCG
• Jika HCG tidak turun dlm 3 minggu berturut2 atau naik, dpt diberi kemoterapi; kecuali pasien tidak menghendaki, dlm hal ini dilakukan histerektomi
• Kemoterapi dg methotrexate atau dactinomycin atau kombinasi kedua obat tsb. Biasanya cukup satu seri.
• Pengamatan lanjutan dilakukan sampai kadar HCG menjadi negative selama 6 bulan

By: Moneca Diah Listiyaningsih
090104058

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: