Orang Gemuk Meninggal Lebih Cepat

090104057
SUPI ANDRIYANI

Orang yang berusia di atas setengah baya dan kelebihan berat badan mungkin menghadapi risiko yang lebih besar untuk mengalami gangguan jantung dan stroke.

Mereka bahkan diperkirakan akan meninggal lebih cepat dibandingkan dengan orang yang sebaya dengan mereka dengan tubuh lebih kurus, sekalipun tak ada beberapa faktor risiko, demikian satu studi oleh ilmuwan Swedia.

Satu penelitian pada masa lalu menyatakan bahwa ketika orang dewasa yang kelebihan berat badan dan kegemukan tak memiliki apa yang disebut sindrom metabolis, risiko mereka untuk terserang diabetes, sakit jantung dan stroke tak lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang memiliki berat tubuh normal.

Sindrom metabolis merujuk kepada sekumpulan faktor risiko bagi diabetes dan gangguan jantung –termasuk kegemukan perut, tekanan darah tinggi, peningkatan gula darah, tingkat lebih rendah kolesterol baik HDL dan triglyceride yang tinggi –jenis lain lemak darah.

Itu didiagnosis secara khusus ketika seseorang memiliki tiga kondisi itu atau lebih.

Satu studi mengikuti perkembangan 1.758 pria Swedia selama 30 tahun. Mereka adalah orang yang kelebihan berat badan dan kegemukan dan menghadapi peningkatan kondisi risiko termasuk serangan jantung dan stroke, sekalipun tidak ada sindrom metabolis.

Di antara semua pria tanpa sindrom metabolis, mereka yang kelebihan berat badan memiliki kemungkinan 52 kali lebih besar untuk menderita serangan jantung, stroke, dan komplikasi lain dibandingkan dengan orang dengan berat tubuh normal, sementara orang yang kegemukan memiliki risiko hampir dua kali lebih besar.

Temuan tersebut disiarkan di dalam jurnal American Heart Associationa, sebagaimana dilaporkan Reuters Health.

“Studi kami memperlihatkan orang yang kelebihan berat badan, (dan) kegemukan tanpa sindrom metabolis memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terserang sakit jantung, stroke, dan kondisi lain yang berkaitan,” kata peneliti Dr John Arnlov, dari Uppsala University.

“Ini bertolak-belakang dengan beberapa studi terdahulu yang telah menyatakan bahwa kegemukan tanpa sindrom metabolis adalah kondisi yang sehat,” kata Arnlov.

Namun studi tersebut menunjuk kepada ancaman tambahan mengenai keberadaan sindrom metabolis.

Orang yang kegemukan dengan sindrom metabolis memiliki risiko paling tinggi, yang memperlihatkan 2,5 kali risiko sakit jantung dan stroke, dan kondisi yang berkaitan, dan mengenai kematian, selama masa studi dibandingkan dengan orang dengan berat tubuh normal dan terbesar dari sindroma metabolis.

Sindrom metabolis juga secara negatif mempengaruhi orang dengan berat tubuh normal. Mereka yang memiliki kondisi itu menghadapi kemungkinan 63 persen lebih besar untuk terserang sakit jantung, stroke dan kondisi lain yang berkaitan dibandingkan dengan timpalan mereka yang terbesar dari sindrom metabolis.

Arnlov mengatakan, temuan itu menunjukkan bahwa berkurangnya berat tubuh mesti menjadi sasaran bagi orang yang bertubuh gemuk, tak peduli apakah mereka memiliki sindrom metabolis, atau tidak, karena mereka menghadapi risiko yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: