untuk sehat harus memperhatikan hal-hal kecil

UNTUK HIDUP SEHAT HARUS MEMPERHATIKAN HAL-HAL KECIL

Hormon pada Ternak dan Peptisida pada Sayuran

Peptisida diduga sebagai penyebab leukimia, tumor atau kanker pada manusia. Akumulasi peptisida yang mengandung logam-logam berat akan merusak sistem syaraf dan dapat berakibat kematian.
Peptisida biasanya dipakai untuk menghindari serangan hama selama prapanen tanaman pangan. Jenis peptisida yang umum digunakan adalah organoklorin, organofosfor, dan kelompok karbamat ( kelompok organik ), serta kelompok anorganik yang banyak melibatkan logam-logam berat. Residu yang berbahaya pada hasil ternak adalah peptisida organoklorin, sedang pada hasil tanaman organo–fosfor. Pada ikan banyak terjadi keracunan merkuri, serta peptisida carbamat.
Sisa peptisida pada sayur–sayuran dapat dikurangi dengan pencucian, penambahan deterjen pada air pencuci dapat menurunkan residu lebih drastis. Blansir ( pencelupan sayuran dalam air mendidih beberapa saat ) dapat menghilangkan DTT sebanyak 38-60 %, 49-71 % parathion, dan 96-97 % carbamyl.
Untuk produk ternak ( seperti daging dan susu ), teknologi pengolahan tidak banyak mengurangi residu DTT. Hal ini disebabkan oleh kandungan lemak sebelum dan sesudah pengolahan yang relatif tidak berubah. Daging yang telah mengalami proses penggodokan, pembakaran, penggorengan ataupun pemasakan dalam autoclaf atau presto, kadar DTT di dalamnya tidak banyak berkurang. Kadar residu peptisida pada ikan hampir sama dengan pada daging. Hanya bedanya pada ikan penurunan peptisida berbanding lurus dengan jumlah lemak yang dibuang. Pada pembuatan fillet misalnya, penurunan residu dapat mencapai 90 %. Hal ini disebabkan fillet ikan sangat sedikit mengandung lemak.
Selain penggunaan peptisida, pada produk ternak juga biasa digunakan untuk obat–obatan pemberantas penyakit atau hormon pertumbuhan. Di antaranya adalah hormon bovin somatropin ( BST ) yang dapat meningkatkan produksi susu sebesar 15-20 % bila secara reguler disuntikkan pada sapi perah. Penambahan obat ionophores pada ransum ternak juga sering dilakukan untuk meningkatkan laju pertumbuhan. Obat-obatan tersebut dapat menjadi residu pada jaringan tenunan daging, dan diduga dapat bersifat karsinogenik.
Penggunaan antibiotik tetrasiklin juga sering digunakan pada pengawetan udang dan hasil laut lainnya, untuk menanggulangi bakteri pembusuk. Efek yang timbul dari penggunaan antibiotik ini antara lain kerapuhan gigi ( pada anak-anak ), perubahan warna gigi, serta penurunan secara drastis mikroflora dalam alat pencernaan manusia. Akibat lainnya adalah mual, muntah-muntah, dan diare. Penanggulangan yang dapat dilakukan adalah meminum susu untuk menetralisir gejala keracunan tetrasiklin.

by : Ismiyati ( 090104014 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: