Sri Nurjanti (090104023)
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Tujuan pembangunan nasional adalah tercapainya kemampuan hidup sehat bagi setiap warga negara agar dapat mewujudkan derajad kesehatan yang optimal. Salah satu indikator derajad kesehatan adalah rendahnya Angka Kematian Bayi (AKB). AKB Indonesia menurut SDKI 2002/2003 adalah 35 per kelahiran hidup yang diperkirakan 5% kematiannya diakibatkan oleh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (Depkes, 2 November 2007).
Selama ini upaya penurunan AKB merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan kesehatan. Dalam Pembangunan Jangka Menengah Nasional (PJMN) 2005-2009, sasarannya meliputi: pendidikan dasar yang universal, pemberdayaan perempuan, meningkatkan kesehatan ibu, menurunkan angka kematian anak, memerangi HIV/AIDS dan penyakit menular (Depkes, 2 November 2007).
Strategi dan usaha untuk mendukung upaya penurunan AKI antara lain meningkatkan perilaku hidup sehat, kepedulian terhadap kelangsungan dan perkembangan dini anak, pemberantasan penyakit menular dan peningkatan cakupan imunisasi (Pediatrik.com, 27 Oktober 2007).
Untuk mewujudkan upaya penurunan angka kematian bayi, dilakukan pokok program upaya kesehatan yang salah satunya adalah program imunisasi. Tujuan dari program imunisasi adalah menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian yang disebabkan oleh Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) dengan pemberian imunisasi lengkap pada bayi sebelum usia satu tahun (Ranuh, dkk., 2005:7). Hasil teknologi tepat guna yang dilaksanakan di Indonesia sehak tahun 1977 dengan memberikan cairan oralit pada anak yang menderita diare, meningkatkan pemberian ASI secara eksklusif pada bayinya dan imunisasi sesuai Program Pengembangan Imunisasi (PPI) atau Expanded Program on Imunisation (EPI). Program PPI ini guna mencapai komitmen internasional yaitu Universal Child Imunisation (UCI). Imunisasi yang termasuk di dalam program PPI adalah hepatitis B, Polio, BCG, DPT dan Campak (Ranuh, dkk., 2005: 2&59).
Imunisasi merupakan suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga terhindar dari penyakit yang serupa. Jika bayi tidak diberikan , antibodi dalam tubuh bayi akan berkurang dan sangat rentan terhadap penyakit yang terkadang sampai mengakibatkan kecacatan bahkan kematian. Tanpa imunisasi, kira-kira 3 dari 100 anak akan meninggal karena penyakit campak, 2 dari 100 kelahiran anak akan meninggal karena batuk rejan, 1 dari 100 kelahiran anak akan meninggal karena penyakit tetanus dan dari 200.000 anak 1 akan menderita polio (Infeksi, 8 Februari 2007).
Pemberian imunisasi pada bayi sangat dipengaruhi oleh sikap dan perilaku ibu terhadap pengelolaan vaksin dan pemberian imunisasi. Bayi yang usianya masih sangat muda, sangat bergantung pada orang tuanya terutama ibu termasuk keputusan untuk mendapatkan imunisasi atau tidak. Ibu yang mempunyai sikap dan perilaku yang positif terhadap imunisasi, harus mendapatkan dukungan dari suami dan ada fasilitas kesehatan yang mudah diacapai agar ibu mengimunisasikan bayinya (Notoatmodjo, 2007:145).
Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap dan perilaku ibu dalam memberikan imunisasi pada bayinya antara lain faktor intern dan ekstern. Faktor intern mencakup pengetahuan, kecerdasan, persepsi, emosi, dan motivasi dan sebagainya yang berfungsi untuk mengolah rangsangan dari luar. Faktor ekstern meliputi lingkungan sekitar baik fisik maupun non fisik seperti iklim, manusia, sosial ekonomi, kebudayaan dan sebagainya.
Berdasarkan data terbaru dari Dinkes Kabupaten Bantul tahun 2009 persentasi dengan peserta dari Bidan Praktek Swasta (BPS) dan Klinik Bersalin se-wilayah Puskesmas Sewon II Bantul, didapatkan informasi bahwa masih didapatkan banyak permasalahan maupun kendala karena sikap dan perilaku bidan dalam pengelolaan vaksin, pencatatan dan pelaporan maupun pemberian pelayanan imunisasi. Permasalahan tersebut diantaranya pengelolaan vaksin dan pemberian imunisasi yang belum sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Salah satu tugas bidan dalam memberikan pelayanan dasar mencakup pelayanan antenatal, postnatal, pemeriksaan bayi dan anak termasuk imunisasi dan penyuluhan gizi (IBI, 2003:7). BPS yang ada di wilayah Puskesmas Sewon II Bantul semuanya memberikan pelayanan imunisasi yang meliputi pemberian imunisasi dasar pada bayi yaitu hepatitis B, BCG, DPT Combo serta campak.
Mencermati permasalahan yang ada di BPS se-wilayah Puskesmas Sewon II Bantul, peneliti tertarik untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi sikap dan perilaku bidan di BPS dalam pengelolaan dan pemberian imunisasi pada bayi.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut: Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi sikap dan perilaku bidan dalam pengelolaan vaksin dan pemberian imunisasi di Bidan Praktek Swasta se-wilayah Kecamatan Sewon.

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi sikap dan perilaku bidan dalam pengelolaan vaksin dan pemberian imunisasi di Bidan Praktek Swasta se-wilayah Kecamatan Sewon.
2. Tujuan Khusus
a. Diketahuinya faktor-faktor faktor-faktor yang mempengaruhi sikap bidan dalam pengelolaan vaksin dan pemberian imunisasi di Bidan Praktek Swasta se-wilayah Kecamatan Sewon.
b. Diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku bidan dalam pengelolaan vaksin dan pemberian imunisasi di Bidan Praktek Swasta se-wilayah Kecamatan Sewon.

D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan kualitas keilmuan terutama yang berhubungan dengan sikap dan perilaku bidan dalam pengelolaan vaksin dan pemberian imunisasi di Bidan Praktek Swasta.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Puskesmas Sewon II Bantul
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan kualitas bidan di wilayah kerja Puskesmas Sewon II Bantul dengan mengadakan pendidikan dan pelatihan tentang pengelolaan vaksin dan pemberian imunisasi pada bayi.
b. Bagi BPS di wilayah Kecamatan Sewon Bantul
Bagi BPS, hasil penelitian ini dapat digunakan untuk lebih meningkatkan pelayanan pemberian imunisasi pada bayi.
c. Bagi Bidan di wilayah Kecamatan Sewon Bantul
Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran bidan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

E. Ruang Lingkup Penelitian
1. Lingkup Materi
Penelitian ini mencakup materi faktor-faktor yang mempengaruhi sikap dan perilaku, pengelolaan vaksin dan pemberian imunisasi.
2. Lingkup Responden
Responden dalam penelitian ini adalah semua bidan yang ada bekerja di BPS di wilayah kecamatan Sewon Bantul.
3. Lingkup Waktu
Penelitian ini akan dilaksanakan mulai bulan Desember 2009 sampai dengan Bulan Juni 2010 yaitu mulai dari penyusunan usulan penelitian sampai dengan laporan hasil penelitian.
4. Lingkup Tempat
Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Sewon karena banyak bidan yang bekerja di BPS yang memberikan pelayanan imunisasi tidak sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditentukan.

F. Keaslian Penelitian
Penelitian sebelumnya yang terkait dengan penelitian ini diantaranya:
1. Penelitian yang dilakukan oleh Setyowati, H., (2004), dengan judul Hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dengan kelengkapan imunisasi dasar anak di Posyandu RW II Serangan Notoprajan Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah observasional korelasi dengan pendekatan waktu retrospektif. Hasil penelitian dengan uji statistik Chi Square memberikan kesimpulan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar anak di Posyandu RW II Serangan Notoprajan Yogyakarta.
2. Penelitian yang dilakukan oleh Adipura, R., (2008), dengan judul Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dengan ketepatan pemberian imunisasi bayi di BPS Yuni Astuti Sewon Bantul tahun 2008. Metode yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Hasil penelitian dengan uji statistik Chi Square memberikan kesimpulan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dengan ketepatan pemberian imunisasi bayi di BPS Yuni Astuti Sewon Bantul tahun 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: